1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 144

Paling Sering Dibaca

Refleksi Gerakan Progresif Pasca Pilpres 2019

PEMILIHAN Presiden (Pilpres) 2019 baru saja selesai. Satu hal yang patut dirisaukan adalah menguatnya pembelahan sosial sebagai konsekuensi dari pemihakan dan posisi politik yang berlangsung

Militer Sebagai Alat Pemukul Kapital

Dalam karya seminalnya the Rise of Capital, dia kemudian melihat militer (terutama para komandannya) terlibat dalam akumulasi kapital. Ini memungkinkan militer mengembangkan kepentingan mereka dalam penerapan kebijakan-kebijakan yang mendukung proses akumulasi modal secara umum, termasuk mengontrol kaum buruh. Juga, karena kegiatan bisnis militer terutama dijalankan melalui kerjasama dengan pemilik modal keturunan China dan pemilik modal asing, maka aliansi politik-ekonomi di antara mereka, memberikan perlindungan yang luar biasa bagi kelas kapitalis itu (China dan Asing).

Demokrasi dan Intervensi Kemanusiaan Sebagai Ideologi Imperium

TERKAIT rencana intervensi militer Amerika Serikat atas Suriah tersebut, satu hal yang penting kita cermati adalah kesamaan langkah dan argumen yang diambil baik oleh presiden George W. Bush maupun Obama dengan ‘baju’ ideologi yang berbeda. Ketika melakukan serangan militer ke Irak, pemerintahan Bush menggunakan mantel ideologi neo-conservative, sementara retorika Obama berlindung di balik mantel ideologi liberal progresif. Alasan politiknya sama, baik Bush dan Obama sama-sama mengklaim bahwa Saddam Hussein dan Bashar al-Assad menggunakan senjata kimia untuk membungkam oposisi. Yang agak membedakan di antara keduanya, hanyalah saat ini Obama lebih bersabar untuk melakukan serangan karena menunggu dukungan yang lebih luas dari dunia internasional.

Cadar dan Pancasilaisasi Kampus

Kredit foto: twitter.com   KEBIJAKAN Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, yang melarang pemakaian cadar untuk mencegah berkembangnya paham Islam radikal bukan keanehan baru

The Chicago Boys

Pada 3 Nopember 1970, Chile membuat sejarah dalam gerakan kiri internasional. Untuk pertama kalinya, calon presiden dari partai sosialis menjadikan instrumen pemilu sebagai jalan merebut

Lagi, Tentang NU dan ‘Buku Putih’ 1965

APABILAN tujuan penerbitan ‘Buku Putih’ itu semata-mata untuk ‘membela diri’ dan mengglorifikasi perjuangan, serta mengabaikan berbagai rekonstruksi fakta sejarah yang telah berhasil dilakukan, serta mengerdilkan proses rekonsiliasi yang adil dan konklusif seperti selama ini sudah digagas, maka buku tersebut tak lebih seperti buku-buku propaganda pseudo-ilmiah seperti karangan Harun Yahya. Andaikata maksud penerbitan buku tersebut adalah yang terakhir, maka ‘Buku Putih’ itu idealnya perlu direvisi oleh buku-buku yang lain.

Memasarkan Tuhan, Menuhankan Pasar

Judul buku: The GOD MARKET How Globalization Is Making India More Hindu Penulis       : Meera Nanda Penerbit     : Monthly Review Press, NY, 2011 Tebal          : xxxix+237

Wiji Thukul dan Puisinya

TIDAK  ada yang lebih menakutkan Orde Baru daripada Pramoedya Ananta Toer yang kreatif dan Wiji Thukul yang miskin dan bertubuh kurus kering yang seumur hidup

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.