Reaktualisasi Sosial Demokrasi
Relevansi dan Konteksnya di Indonesia Dewasa Ini INDONESIA menghadapi jalan buntu. Dalam horison yang lebih luas, negeri ini tampaknya sedang menangguk nubuat buruk para futuris,
Relevansi dan Konteksnya di Indonesia Dewasa Ini INDONESIA menghadapi jalan buntu. Dalam horison yang lebih luas, negeri ini tampaknya sedang menangguk nubuat buruk para futuris,

Kredit foto: Febriana Firdaus CUACA di Enarotali, Paniai, Papua sedang dingin-dinginnya pada Maret 2017 lalu. Tapi tak menghalangi saya dan kawan saya, untuk menjalankan
REVOLUSI di Rusia merupakan hal yang menarik untuk dilihat dan dicermati. Tidak hanya karena revolusi sering kali terjadi di sana, melainkan juga karena ideologi-ideologi yang bermain di dalam revolusi tersebut. Tulisan ini hendak menunjukkan ideologi yang seringkali luput dalam melihat revolusi di Rusia, yaitu mesianisme. Sebagai sesuatu yang seringkali luput, mesianisme ini mau tidak mau harus dilihat sebagai ‘ideologi yang berada di bawah sadar.’ Ideologi bawah sadar, karena mesianisme tidak tampil layaknya ideologi Marxisme yang memang diusung secara terbuka sebagai acuan dari revolusi sosialis.

DENGAR MIXTAPE! INI MIXTAPE YANG TIDAK PENTING, karena hari ini seseorang tak harus mendengarkan banyak lagu atau membaca banyak teori politik untuk sekadar tahu bahwa

NAVIGASI dari arah perjalanan (trajectory) demokratisasi di Indonesia yang berlangsung sejak tahun 1999, menunjukkan pasang surut secara bergantian. Ranah politik menjadi terbuka dan pemilu berlangsung

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp.Internationale Unlimited) KETIKA petaka tsunami pada 28 September 2018 yang melanda Palu-Donggala menjadi alasan banyak pihak untuk memperlakukan penyintas sebagai sekelompok

Foto: Jakarta Post Anak Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming, hampir pasti akan menjadi calong tunggal untuk pemilihan Walikota Solo. Ini terjadi setelah Achmad Purnomo, yang sekarang

Judul: Di Balik 98 Sutradara: Lukman Sardi Pemain: Chelsea Islan, Boy William, Donny Alamsyah, Ririn Ekawati, Amoroso Katamsi, Fauzi Baadila, Agus Kuncoro Durasi: 90 menit

SUATU sore yang masih panas pada hari Jumat, Sang Presiden itu akhirnya mundur dari jabatannya. Dua puluh tujuh tahun lebih enam bulan ia memerintah dengan

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) TERNYATA kita itu konsumen pemilu belaka. Sejak UU Nomor 23 Tahun 2003 Tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden secara
ADA yang menarik dari perkembangan konstelasi politik baru-baru ini. Sejumlah kiai dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) terlihat merapat dan memberi dukungan kepada kubu Prabowo. Sebut

Seluruh milenial akan menentukan perjalanan bangsa. Tepatnya menentukan sejarah sebagai butiran tenaga kerja fleksibel dan impoten secara politik.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.