
Logo-Logo Caleg Perempuan
Kredit ilustrasi: News 24 Jam MENJELANG pemilu legislatif 2019, ada banyak kawan perempuan saya yang meramaikan bursa calon legislatif (caleg) melalui pelbagai partai politik.

Kredit ilustrasi: News 24 Jam MENJELANG pemilu legislatif 2019, ada banyak kawan perempuan saya yang meramaikan bursa calon legislatif (caleg) melalui pelbagai partai politik.
LEBIH dari satu setengah abad lalu, Marx menganalisis bahwa keberadaan para pekerja dalam kegiatan produksi industrial berada dalam kondisi terasing. Di bawah kapitalisme, para pekerja

BAGAIMANA memahami masyarakat kontemporer Indonesia kini? Di tengah-tengah perayaan 70 tahun kemerdekaan Indonesia, apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa Indonesia tetap terpuruk, ketika presidennya kini punya

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) BELUM lama berselang, media mainstrem dan media sosial memberitakan keberhasilan pemerintah Jokowi-JK yang telah mengakuisisi saham PT Freeport Indonesia
Di Indonesia, secara sosiologis, kita hidup dalam dunia yang dwiwujud: koeksistensi sektor formal dan informal tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi sebagaimana dikupas dalam pandangan Boeke, tapi pada seluruh dunia sosial; tak sepenuhnya modern namun menyangkal tuduhan untuk disebut tradisional. Jika ditelaah secara seksama, di dalam Indonesia yang kita diami, terdapat banyak ‘dunia paralel’ yang hanya mampu dipersatukan oleh gagasan Indonesia sebagai negara bangsa. Di dalam ragam ‘dunia paralel’ tersebut, pemaknaan manusia terhadap sumber daya dan ‘kapital’ pun berbeda. Dengan demikian, yang seharusnya kita cari adalah sistem pembangunan yang lentur dan dapat menyesuaikan diri. Hibrid dan adaptif. Karena tiap-tiap sistem adalah rekaan manusia, maka seharusnya ia bisa dipasifksan atau disesuaikan, terutama dengan budaya masyarakat di mana ia beroperasi.

1932. BUNG Karno menulis di Harian Ra’jat, ‘….kita bukan saja harus menentang kapitalisme asing, tetapi harus juga menentang kapitalisme bangsa sendiri.’ Bagi Bung Karno, kapitalisme

Kredit foto: Febriana Firdaus CUACA di Enarotali, Paniai, Papua sedang dingin-dinginnya pada Maret 2017 lalu. Tapi tak menghalangi saya dan kawan saya, untuk menjalankan

I BUKAN. Ini bukan soal Sandiwara Radio Ibuku Malang Ibuku Tersayang yang populer di penghujung 80-an itu. Walau akan ada hubungannya dengan cara membaca konflik
Kredit ilustrasi: http://ppagra.blogspot.com BAGAIMANA kita memaknai aksi perempuan lokal yang kesadarannya terbentuk bukan karena mengikuti pelatihan gender atau studi feminisme atau menjadi bagian dari

“kemerdekaan adalah hak segala bangsa” ala Revolusi Indonesia tidak berlaku pula di bumi Cenderawasih.

Robot Sophia, warga negara Arab Saudi: Kredit foto: Arabian Business APAKAH para pembaca sudah pernah menonton film The Terminator, Blade Runner, Ex-Machina atau

Kredit ilustrasi: Kai Mata (@kaimatanusic) “Di saat ini, (kita) tidak lagi tertarik untuk memperluas lingkup inklusivitas. Melainkan, (kita) lebih tertarik untuk terus membangun ‘garis batas’
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.