
Narasi Realis-Humanis S. Rukiah dalam Sastra Revolusi
Potret S. Rukiah. Kredit foto: wikiwand.com Baik kita belajar praktis di dalam romantik kita. Bilamana tulisan dan ceritaku pagi ini tak panjang-panjang, itu bukan

Potret S. Rukiah. Kredit foto: wikiwand.com Baik kita belajar praktis di dalam romantik kita. Bilamana tulisan dan ceritaku pagi ini tak panjang-panjang, itu bukan

M Firman Eko Putra, Alumnus Hubungan Internasional UNPAS, Anggota Perhimpunan Muda dan CSS Journal Judul: Planet of Slums Penulis: Mike Davis Penerbit: Verso, 2006 Tebal:
CERITA YANG SALAH pada malam-malam larut, angin tak pernah surut tak pula memberi isyarat tentang cerita yang sudah salah dari mula dan, ia terjaga,

Perayaan HUT Totamana, 9 Mei 2017. Kredit foto: Kabar Pugay AWAL bulan Juli 2016, telpon genggam saya bergetar. Tertulis nomor baru. Saya beranikan diri menganggat

Pendahuluan JIKA mengikuti narasi yang digambarkan Orde Baru, Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah monster dengan kekuatan yang luar biasa—27 juta orang kader, dan semuanya, ibarat
TUMBUH suburnya kekuatan kapitalis domestik di Indonesia, pada penghujung dekade 80-an, hanya dapat dinarasikan dengan menghubungkannya pada peran negara yang sangat dominan dan sentralistik. Tidak

Kredit ilustrasi: Monthly Review Kritik Terhadap Sosialisme Borjuis Kecil DALAM pemilihan umum bulan Januari 1877, Partai Buruh Sosialis Jerman (the Socialist Workers’ Party of Germany)

“LEBIH gampang menulis tentang uang daripada mendapatkannya, dan mereka yang memperolehnya, menertawakan mereka yang hanya tahu bagaimana menulis tentang uang”, demikian Voltaire suatu kali menulis
Seorang Marxis adalah ia yang, tentu saja, mengakui kebenaran pandangan Karl Marx. Menjadi ‘Marxis’ berarti mereproduksi apa yang dikatakan Marx, menariknya dari realitas abad ke-19 dan mengutarakannya kembali di hadapan realitas awal abad ke-21. Persoalan segera muncul ketika kita memahami ‘Marxis’ dalam pengertian semacam itu. Dalam hal mereproduksi semua proposisi Marx, tentu mesin cetak Heidelberg lebih ‘Marxis’ daripada semua ‘Marxis’ yang kita kenali sepanjang sejarah. Heidelberg mereproduksi semua perkataan Marx sampai titik-koma dan bahkan salah tulisnya. Jika begitu, mungkinkah seseorang menjadi ‘Marxis’ sekaligus ‘pemikir?’

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) PERDEBATAN idealnya menuntun ke arah pemahaman yang lebih baik dalam berbagai aspek (e.g., teori, metodologi, data). Sayangnya tulisan ini
Lawatan Direktur Pelaksana IMF, Rodrigo de Rato Figaredo, ke Indonesia beberapa waktu lalu, menyisakan keputusan penting dari pemerintah Indonesia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menyatakan, tidak

Rekam Jejak “Sengketa Lahan” NU DALAM acara ‘Secangkir Kopi Bersama Gus Dur’ yang disiarkan langsung oleh Televisi Republik Indonesia (TVRI), Selasa 15 Maret 2000, secara
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.