Hidup Sederhana Gaya Kuba
KUBA atau Republica de Cuba, negara di kawasan Laut Karibia yang lebih kecil dari luas Pulau Jawa ini, memperingati Hari Kemenangan Nasional-nya pada 1 Januari
KUBA atau Republica de Cuba, negara di kawasan Laut Karibia yang lebih kecil dari luas Pulau Jawa ini, memperingati Hari Kemenangan Nasional-nya pada 1 Januari

KENANGAN apa yang kita ingat tentang ibu kita sewaktu kita masih kecil? Yang segera muncul adalah kenangan tentang ibu saya yang selalu memasak sepulang ia mengajar di sekolah, atau mencuci pakaian semua anggota keluarga, mencuci piring-piring kotor, dan menyiapkan baju kerja ayah saya. Lalu, kenangan apa yang kita ingat tentang ayah kita sewaktu masih kecil? Saya selalu teringat ayah saya yang mengomentari makanan buatan ibu saya, meminta ibu saya membuatkan kopi, dan menanyakan lokasi dasi miliknya di dalam lemari. Kenangan semacam itu tentang sosok seorang ibu dan ayah mungkin bukan hanya kenangan milik saya, mungkin juga kenangan anda, dan yang pasti, kenangan Silvia Federici, yang menulis buku yang sangat bagus mengenai posisi perempuan dalam housework dalam hubungannya dengan kapitalisme: Revolution at Point Zero: Housework, Reproduction, and Feminist Struggle.

Kredit ilustrasi: Poskota News BERBAGAI analisis telah menunjukkan mengenai kecil dan insignifikannya gerakan kiri di Indonesia sejak 1965 dan karena itu pula agenda politik

fight to vote, vote to fight. Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) LAGI-LAGI Gerakan Rakyat di Indonesia dan berbagai belahan dunia kembali berada di dalam

Kebencian terhadap Perempuan di Kalangan Trans Laki-Laki “CEWEK tuh kalo udah mabok, pasti mau diajak ngewe!” kata seorang trans laki-laki, “Gue mah nggak ngincer.

APA sih yang bikin beda ilmu dan opini? Bukankah keduanya sama-sama produk wicara tentang realitas hal-ihwal? Perlu kiranya kita bedakan dulu antara pikiran orang tentang

“Karena kita secara instan mendapatkan: f(x + x) = (x + x)4 = x4 + 4x3x + 6x2x + 4xx3 + x4, jadi, ketika kita
“Kami bukan dipukul, bung, tapi dipukulin.” Manullang (salah satu korban kekerasan Pasukan Turn Back Crime) PADA 30 Oktober 2015, lebih dari 10.000 buruh dari berbagai

Kredit foto: elsar nagekeo institut SEJENAK setelah Donald Trump terpilih menjadi presiden Amerika Serikat di tahun 2016, walau seluruh dunia terkesiap dengan hasil Pilpres,
PADA 1942, terbit buku berpengaruh dari ekonom Joseph A. Schumpeter, Capitalism, Socialism and Democracy. Dalam buku ini, Schumpeter menulis, kapitalisme, pertama-tama, adalah sebuah sistem yang bentuk dan metode ekonominya secara alamiah selalu berubah dan karena itu merupakan satu-satunya sistem yang tidak akan pernah bersifat tetap. Dan bagi Schumpeter, mesin penggerak perubahan itu terletak di dalam dirinya sendiri, yang disebut proses Creative Destruction (penghancuran kreatif).
Untuk menjelaskan proses penghancuran kreatif ini, Schumpeter memberi contoh tentang kompetisi di pasar sebagai esensi dari kapitalisme. Dalam kompetisi ini, hanya perusahaan yang efisien baik dari segi keuangan, manajemen, maupun penguasaan teknologi yang bisa bertahan dan unggul, sementara yang tidak efisien pasti tersingkir (destruksi). Di atas reruntuhan itu, muncul (kreasi) kompetitor lain untuk menantang perusahaan yang sebelumnya menang. Begitu seterusnya proses ini berlangsung, sehingga menurut Schumpeter, proses penghancuran kreatif ini merupakan fakta esensial kapitalisme. Dengan kata lain, jatuh-bangun, untung-rugi, baik di masa damai maupun di masa krisis adalah hal yang alamiah, sebuah proses seleksi alam.
BUS KECIL butut yang saya tumpangi mulai meninggalkan Terminal Giwangan, Yogyakarta pada suatu pagi di bulan Agustus. Kursinya tak empuk. Joknya pun sobek di sana-sini.
Ilustrasi gambar diambil dari https://medium.com RELOKASI warga kampung-kampung perkotaan yang dianggap bermasalah ke rusunawa, sepertinya menjadi pola umum solusi atas permasalahan perumahan perkotaan di
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.