1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 119

Paling Sering Dibaca

Kisah Bidadari Yang Terdampar

MUNGKIN Anda sudah dengar berita ini. Beberapa hari lalu, media-media online dan media sosial heboh. Bukan. Ini tidak ada hubungannya dengan Simposium 1965. Juga tidak

Nyanyi Sunyi Pram

Karya-karyanya adalah sayup suara di rumah-bahasanya sendiri ”SAYA punya minat khusus dengan dia karena [dia] realistis,” kata Sujiyati, merujuk alasan dia mencintai karya-karya Pram, dengan

Manusia Buru

Inilah manusia Buru. Sekumpulan orang yang diasingkan tiran tanpa kejelasan hukum. Mereka bertahan hidup di bawah bayang siksaan dan kematian. Judul Buku : Bertahan Hidup

Nasionalisme: Siapa Takut?

Kredit foto: Duta Damai Muda   MENANGGAPI pro-kontra penggarapan ladang minyak Blok Cepu, Rizal Mallarangeng (“Blok Cepu, Mission Accomplished,” Tempo, 27/3/06), menulis dengan lantangnya bahwa

Melihat Biologi Secara Dialektis

Fransiskus Hugo, Mahasiswa Antropologi Universitas Padjadjaran, Anggota Perhimpunan Muda Judul Buku   : Dialectical Biologist Penulis           : Richard Levins & Richard Lewontin Penerbit         : Aakar Books,

Tersesat di Negeri Sendiri

  The muse of history. Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp)   PADA 18 Oktober lalu, pemerintah Amerika Serikat mempublikasikan dokumen-dokumen rahasia terkait Peristiwa G30S 1965.

May Day, Hari Buruh Sejati

KITA seringkali dibingungkan oleh kenyataan bahwa di Indonesia ada Hari Pekerja, yang jatuh pada tanggal 20 Februari, sementara ada juga Hari Buruh, yang jatuh pada

Gerakan Payung dari Hong Kong

AKHIR Oktober 2014, cuaca kota Hong Kong masih panas dan lembab. Ribuan warga kembali bergabung dalam pendudukan Jalan Nathan di Mongkok, distrik perdagangan terpadat. Saat

Politik Global dan Masa Depan Pembaharuan Islam

Tambahan untuk Iqra Anugrah Pendahuluan PERHATIAN terhadap Islam sebagai kekuatan penting dalam politik global akhir-akhir ini semakin meningkat. Masalahnya, perhatian tersebut seringkali dikacaukan dengan ketakutan

DR. Dede Oetomo: Sesuatu Yang Tidak Salah Tidak Usah Dipermalukan

Perjuangan melawan aksi-aksi kekerasan oleh kelompok yang mengklaim diri sebagai mayoritas ini, bukan perkara enteng. Sudah telanjang sekali bahwa negara beserta aparatus kekuasaannya melakukan pembiaran dan bahkan menyediakan legitimasi politik dan hukum terhadap tindak kekerasan tersebut. Di samping itu, tidak adanya peran aktif masyarakat dalam melawan aksi kekerasan itu membuat pelakunya merasa seperti mendapat persetujuan. Tentu saja tidak semua tunduk dan takluk terhadap tindak kekerasan itu. Dengan kemampuan yang terbatas, sebagian orang terus bergerilya menggalang usaha melawan tindakan diskriminatif tersebut. Baik melalui aksi-aksi terbuka, konferensi pers bersama, pendidikan-pendidikan publik, hingga penerbitan-penerbitan yang bersifat akademik maupun populer.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.