1. Beranda
  2. /
  3. Harian Indoprogress
  4. /
  5. Page 99

Harian Indoprogress

Benarkah Republik Islam sudah berada di tepi kehancuran? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perlu ditelaah empat aktor utama dalam dinamika saat ini: rezim yang berkuasa, rakyat, oposisi, dan kekuatan eksternal.
Indonesia memiliki beragam masalah kompleks yang sudah struktural hingga sulit untuk dibenahi. Segala keindahan yang ada di Indonesia seperti terbenam oleh kebobrokan tingkah polah manusia yang mengelola negara ini.
Begitu ekonomi politik industri minyak benar-benar dibedah, penjelasan “ini semua tentang minyak” mulai kelihatan rapuh.
Publik diajak percaya bahwa mengganti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), atau mengganti mobil bensin dengan mobil listrik, hanyalah soal substitusi teknis. Padahal, infrastruktur energi selalu tertanam dalam struktur sosial, politik, dan ekonomi tertentu.

Harian Indoprogress

USAID, Imperialisme, dan Gerakan Rakyat

Kredit foto: http://www.wrongkindofgreen.org “Dalam kenyataannya, organisasi non pemerintah bukanlah non pemerintah. Mereka menerima dana dari pemerintah-pemerintah berbagai negara di seberang lautan, atau mereka bekerja sebagai

57 Tahun Intelektualisme PMII

Penyegaran dan “Modernisasi” NU tidak lepas dari keberhasilan PMII. Kader-kader PMII menyebar hampir kesemua lini NU se-Nusantara. Ketaatan kultural terhadap Ulama yang membangun Jam’iyah NU

Mengapa Gereja Harus Membela Buruh dan Petani?

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp)   GEREJA itu apolitis. Ini merupakan kesimpulan terpendek jika mengamati fenomena kontemporer gereja-gereja di Indonesia. Lembaga ini seolah tercerabut dari

Cerita Indonesia tentang Papua di PBB

Kredit foto: Cypri Dale   TINJAUAN Periodik Universal (UPR) atas Indonesia di Dewan HAM PBB baru saja selesai (03/05/17). Pemerintah Indonesia yang diwakili delegasi besar

Beberapa Catatan Tentang Perdebatan Populisme

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp)   PERDEBATAN idealnya menuntun ke arah pemahaman yang lebih baik dalam berbagai aspek (e.g., teori, metodologi, data). Sayangnya tulisan ini

Kekeliruan Debt to GDP Ratio

Kredit ilustrasi: http://www.sumbarsatu.com MERUJUK pada rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yakni debt to GDP ratio, yang berada di kisaran 27 persen (di

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.