
Hutan Adat dan Narasinya Yang Tak Pernah Selesai
Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) SEJAK kemerdekaan Indonesia, tahun-tahun kebahagian yang dinantikan masyarakat hukum adat untuk dapat menikmati hak terhadap tanah dan hutan adatnya
HomeHarian Indoprogress

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) SEJAK kemerdekaan Indonesia, tahun-tahun kebahagian yang dinantikan masyarakat hukum adat untuk dapat menikmati hak terhadap tanah dan hutan adatnya

”Banyak kali saya berpikir, apakah yang dipikirkan rakyat tentang gereja beton, sedangkan mereka sendiri tinggal dalam gubuk-gubuk beratapkan alang-alang atau daun kelapa? Pondok-pondok mereka

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) KONJUNGTUR “sitsoskopol” (situasi sosial-ekonomi-politik) Indonesia hari ini, bila dirumuskan secara padat, dapat digambarkan demikian. 1/ Situasi global NKRI adalah

Sumber ilustrasi: Akkadium.com LESBIAN, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) atau orientasi seksual yang dianggap “menyimpang” tersebut akhir-akhir ini marak diperbincangkan di Indonesia. Tidak hanya

Kredit ilustrasi: minhodigital.com KONDISI kemiskinan, ketertekanan, ketertindasan, keterpincangan hidup, dan kondisi tidak baik lainnya merupakan ketidakberesan. Oleh agama-agama, kondisi demikian adalah akibat ulah manusia

Kredit ilustrasi: The Cagle Post 8 AGUSTUS 2017 lalu, Association of Southeast Asian Nation (ASEAN) merayakan ulang tahunnya yang ke-50. Momen setengah abad ini

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) Tadinya aku pengin bilang aku butuh rumah tapi lantas kuganti dengan kalimat: setiap orang butuh tanah ingat: setiap

Slavoj Žižek dan Alan Badiou. Kredit foto: filosofiaemvideo.com.br HARI ini kita hidup di dunia yang mengagung-agungkan naturalitas. Dari soal nasi putih, obat diet sampai

Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda-pemuda kita tidak bisa, jika memang mau berjuang (Abdoel Moeis, pengurus besar Sarekat Islam dan anggota Volksraad)

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) TIDAK ada jalan pintas menuju ilmu pengetahuan. Begitu setidaknya menurut Karl Marx dalam magnum opusnya Kapital. Hal ini setidaknya
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.