1. Beranda
  2. /
  3. Harian Indoprogress
  4. /
  5. Page 62

Harian Indoprogress

Dorongan anti-imperialisme sebenarnya telah lama berlangsung. Namun dalam beberapa tahun terakhir, ia semakin menimbulkan kekhawatiran di kalangan Barat akibat berbagai perubahan dan dinamika geopolitik yang muncul.
Represi politik menghalangi perubahan dari dalam; sanksi menutup pintu terhadap dunia luar. Keduanya bersama-sama menyempitkan ruang gerak rakyat sebagai pelaku sejarah.
Kontrol negara atas tanah dan sumber daya alam tidak dapat dipahami sepenuhnya sebagai residu kolonialisme. Dalam konfigurasi ekonomi-politik saat ini, hukum yang menopang kontrol negara tersebut kerap berfungsi untuk melayani jaringan oligarki lokal dan nasional.
Dalam tradisi politik Syiah, kematian di tangan musuh memiliki makna yang sangat khusus. Karbala dan gugurnya Imam Hussain bukan sekadar kisah sejarah—keduanya adalah bahasa hidup yang terus membentuk kesadaran politik dan keagamaan, di mana menderita karena kezaliman justru melahirkan kewibawaan moral.

Harian Indoprogress

Tidak Ada Salahnya (Mencoba) Untuk Melawan

SEBAGAI seorang dari tradisi Protestan,[1] saya sering mendengar, baik melalui khotbah maupun percakapan sehari-hari, bahwa tidak baik untuk melawan pemerintah. Atau dalam nada yang sedikit

Kami Bersama Gerakan Massa #ReformasiDikorupsi

Ilustrasi oleh Alit Ambara (Nobodycorp. International Unlimited) SEJAK seminggu yang lalu, kaum muda Indonesia (mahasiswa dan pelajar) serta elemen rakyat pekerja lainnya melancarkan aksi-aksi massa

Ihwal Kekerasan dan Taghut

Kredit foto: Fathimah Fildzah Izzati KITA percaya tiada orang yang menghendaki kekerasan. Semua manusia waras membeci dan mengutuknya. Yang demikian ini, bahkan saya temui pada

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.