1. Beranda
  2. /
  3. Harian Indoprogress
  4. /
  5. Page 61

Harian Indoprogress

Paradigma pembangunan baru tidak boleh mengulangi model lama yang mengorbankan alam dan manusia demi keuntungan. Ia harus berusaha mengambil unsur-unsur baik dari pengalaman masa lalu sekaligus mengelola hubungan antara alam dan manusia secara hati-hati demi kepentingan masyarakat.
Para kapitalis memonopoli alat produksi, di saat manusia membutuhkan alat produksi untuk bekerja memenuhi kebutuhan hidupnya. Akibatnya, sebagian besar masyarakat harus menjual tenaga kerjanya kepada kapitalis untuk bisa hidup.
Kwir yang kesejahteraan dan keamanan materialnya bergantung pada keluarga akan menghadapi rasa cemas yang berlipat ganda.
Sistem kekuasaan modern telah belajar cara bertahan lebih lama dari amarah publik, memprofesionalkan perlawanan, menunggu massa membubarkan diri dari ruang publik, serta mengkriminalisasi kegigihan aksi.

Harian Indoprogress

Perubahan Sosial di Pedesaan di Tanah Papua

Kredit foto: Watyutink SAMUEL (bukan nama sebenarnya), menunjukkan foto yang dikirim temannya dari tempat perjudian di sudut kota Wamena. Uang kertas seratus ribu bertumpuk-tumpuk di

Kritik Marx terhadap Sosialisme Awal

“Phalanstère, proyek utopia Charlies Fourier. Sumber: thecharnelhouse.org I. Sumbangsih Kaum Sosialis Awal MENYUSUL terjadinya Revolusi Prancis, sejumlah teori mulai beredar di Eropa yang berusaha menjawab

Gagalnya Salat-Salat Kita

Masyarakat semakin religius tapi semakin intoleran, abai ketimpangan sosial, dan tetap merusak lingkungan.

Berislam di Jalan Sang Pembela Kaum Tertindas

DALAM berbagai kesempatan, saya telah banyak memberikan kritik terhadap pola beragama masyarakat Muslim Indonesia yang kian hari menjadi semakin konsumtif. Dalam pola keislaman seperti ini,

Belajar Realisme dari Master Sun

Kredit ilustrasi: CUSPP Canberra SEJARAH mencatat kekalahan demi kekalahan dari setiap perjuangan kelas pekerja di dunia sejak dua abad terakhir. Setidaknya hampir semua perjuangan, kalau

Narasi Sulami versus Narasi Orde Baru

PERISTIWA pembunuhan tujuh orang jenderal dan seorang perwira Angkatan Darat 54 tahun lalu (1965), yang disebut G.30.S, mengakibatkan pengejaran, penangkapan, pembantaian dan pemenjaraan pimpinan, kader,

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.