1. Beranda
  2. /
  3. Harian Indoprogress
  4. /
  5. Page 151

Harian Indoprogress

Nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda memperbesar peran negara dan militer dalam perekonomian, sementara krisis ekonomi yang semakin parah memperuncing persaingan antara Sukarno, PKI, militer, dan kekuatan-kekuatan politik lainnya.
Bertahan dari penggusuran belum cukup untuk mewujudkan reforma agraria perkotaan tanpa pelembagaan hak dan perubahan struktur penguasaan tanah.
Tidak sedikit pekerja yang harus menghabiskan tiga hingga empat jam untuk perjalanan pulang-pergi menggunakan KRL, TransJakarta, MRT, maupun angkutan pengumpan lainnya. Perjalanan panjang semacam ini bukan lagi pengalaman segelintir orang.
Konsolidasi politik Indonesia pada 1950-an hingga awal 1960-an, kebangkitan PKI dan mobilisasi massa, hingga upaya Sukarno menempatkan Indonesia sebagai kekuatan antikolonial di tengah Perang Dingin.

Harian Indoprogress

Melacak Gerakan Koperasi dalam Marx dan Marxisme

Bila kapitalisme memiliki anak kesayangan berupa korporasi-korporasi, lalu apa yang dimiliki oleh proyek ekonomi politik sosialisme?   GERAKAN koperasi masih menjadi ihwal minor dalam totalitas

Perempuan yang Selalu Hujan

Di luar pernah hujan. Sekarang tidak lagi. Hujan hanya turun pada Astri dan, karena ia semakin jarang pergi keluar, hujan hanya turun di dalam rumahnya.

Reformasi

SECARA politik, reformasi menjadi pilihan ketika terjadi keseimbangan kekuasaan antara rezim kediktatoran (militer maupun sipil) dan kalangan oposisi. Rezim kediktatoran tak lagi sanggup memberangus oposisi,

Jokowow dan Komidi Putar Gerakan Kiri

LAGI-LAGI kita tidak punya pilihan. Sebagaimana pemilu 2004 dan 2009, kita berhadapan dengan ketiadaan pilihan dalam pemilu 2014 ini. Sejak kekalahan memalukan yang dialami Partai

Gus Dur dan Suara Korban

‘Kutundukkan kepalaku Kepada semua kalian para korban Sebab hanya kepadamu Kepalaku tunduk Kepada penguasa tak pernah aku membungkuk’ (Wiji Tukul) ‘Dikatakan bahwa seorang belum benar-benar

Masa Depan adalah Masa Lalu

PEMILIHAN presiden pada Juli ini, merupakan pilpres terakhir bagi elit politik didikan dan binaan rezim orde baru. Tengok saja figur-figur seperti Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie,

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.