1. Beranda
  2. /
  3. Harian Indoprogress
  4. /
  5. Page 147

Harian Indoprogress

Revolusi memerlukan perpaduan antara krisis objektif dan kekuatan rakyat yang terorganisasi. Tanpa perubahan atas kapitalisme-neoliberal, perlawanan hanya akan berujung pada revolusi pasif yang mempertahankan tatanan lama.
Selain kelindan totalitas kapitalisme yang tetap tak terjamah, kita pun tidak dapat membayangkan horizon transformasi yang lebih radikal. Horizon itu menyempit hanya pada upaya memperbaiki kualitas kepemimpinan, memperkuat kapasitas teknokratis, atau mengganti figur yang dianggap bermasalah, alih-alih mencari kemungkinan transformasi terhadap tatanan yang terus mereproduksi krisis itu sendiri.
Modernitas membuat kehidupan bergerak semakin cepat, sementara kemampuan manusia untuk benar-benar mengalami hidup justru semakin menipis. Teknologi menghadirkan koneksi tanpa henti, tetapi pada saat yang sama banyak orang merasa semakin jauh dari dirinya sendiri.
Lemahnya penyerapan tenaga kerja berubah menjadi persoalan kualitas lulusan, serta pekerjaan yang rentan berubah menjadi persoalan kemampuan individu untuk beradaptasi. Menyempitnya basis produktif ekonomi berubah menjadi persoalan perguruan tinggi yang dianggap usang.

Harian Indoprogress

Politik Emansipasi Warga Nahdliyyin (1)

WARGA Nahdliyyin, basis sosial masyarakat yang memiliki afiliasi ideologis dan kultural dengan Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia, menduduki posisi yang sering kali

Apa ada Bahaya Fasisme di Indonesia?

PADA pemilu 2014 ini, dengung bahaya fasisme dan militerisme – kedua istilah ini sering dipertukarkan, digunakan berbarengan, atau disandingkan dengan frase-frase menakutkan lainnya (fasisme-religius, semisalnya)

Dua Tubuh Soekarno

Bagaimana Prabowo dan Jokowi menampilkan diri mereka sebagai pelanjut presiden pertama Indonesia, Soekarno.   PENIRU Soekarno yang mana yang akan Anda pilih? Yang mengenakan peci

Ultra-Kiri

SALAH satu hal baru dan mencolok pada Pemilu 2014 ini adalah besarnya antusiasme masyarakat yang memberi sumbangan dana kampanye kepada calon presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Kenangan Punne

Militerisme, gerakan mahasiswa dan kehancuran Partai Komunis Thailand.   MALAM itu, 13 Oktober 2013, Universitas Thammasat menggelar opera Cina di aulanya. Para pemain berbicara dalam

Musuh Yang Dibayangkan

DALAM dua hari ini, kita disuguhkan oleh berita mengenai penyerangan oleh kelompok Islamis terhadap kegiatan ibadah yang dilakukan oleh kalangan Kristen di Yogyakarta. Serangan brutal

Demokrasi atau Barbarisme

Ada Hantu Bergentayangan – Hantu Orde Baru   Sebuah Uraian Tanggung Jawab KURANG dari dua bulan kita kembali akan menghadapi pemilihan umum presiden (pilpres). Pilpres

Melacak Tim Mawar

Ke manakah para perwira yang dulu terlibat dalam penculikan aktivis? Apakah mereka masih memiliki karier militer setelah menjadi terpidana? Apakah mereka masih terkait dengan gerakan

Soal Nasionalisasi Aset

WAKIL Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, meradang!!! Ia membantah tudingan bahwa calon presiden dari partainya, Prabowo Subianto, mengampanyekan nasionalisasi aset. Menurut laporan situs tempo.co

Kaum Buruh, Jangan Mau Ditipu Prabowo!

PADA Hari Buruh Sedunia 1 Mei 2014, mantan Danjen Kopassus, Prabowo Subianto,hadir dan berpidato di acara May Day Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Stadium

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.