1. Beranda
  2. /
  3. Harian Indoprogress
  4. /
  5. Page 105

Harian Indoprogress

Dorongan anti-imperialisme sebenarnya telah lama berlangsung. Namun dalam beberapa tahun terakhir, ia semakin menimbulkan kekhawatiran di kalangan Barat akibat berbagai perubahan dan dinamika geopolitik yang muncul.
Represi politik menghalangi perubahan dari dalam; sanksi menutup pintu terhadap dunia luar. Keduanya bersama-sama menyempitkan ruang gerak rakyat sebagai pelaku sejarah.
Kontrol negara atas tanah dan sumber daya alam tidak dapat dipahami sepenuhnya sebagai residu kolonialisme. Dalam konfigurasi ekonomi-politik saat ini, hukum yang menopang kontrol negara tersebut kerap berfungsi untuk melayani jaringan oligarki lokal dan nasional.
Dalam tradisi politik Syiah, kematian di tangan musuh memiliki makna yang sangat khusus. Karbala dan gugurnya Imam Hussain bukan sekadar kisah sejarah—keduanya adalah bahasa hidup yang terus membentuk kesadaran politik dan keagamaan, di mana menderita karena kezaliman justru melahirkan kewibawaan moral.

Harian Indoprogress

Mengakhiri Rezim Defisit Pada Kebijakan Fiskal

Kredit ilustrasi: http://www.trafficchallan.co.in   DARI semenjak merdeka hingga hari ini, pengelolaan anggaran Indonesia selalu berkutat dengan masalah defisit. Satu celah yang membuat Indonesia tidak bisa

Ahok Melawan: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

PILKADA DKI Jakarta saat ini memperlihatkan gambaran yang paling baik dari pertentangan yang tak bisa didamaikan lagi antara para borjuis (mafia) rente di satu pihak

Tabiat Apakah?: Ketakutan Besar, Krisis dan Hoax

ADA HANTU berkeliaran di Indonesia—hantu kabar bohong. Media massa mainstream menyebutnya sebagai hoax, meminjam kata yang muncul dalam perbendaharaan bahasa Inggris sejak 1808 (menurut kamus

Kita dan Berita Hoax

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp)   SALAH satu peristiwa yang paling menonjol di tahun 2016 lalu, adalah mengemukanya fenomena berita-berita Hoax (berita yang diada-adakan alias

Apologi seorang “Takfiri”

Kredit ilustrasi: Andreas Iswinarto (Kerja Pembebasan) Tanggapan Untuk Dendy Raditya Atmosuwito   “A theory gains in strength as it attracts the masses” – Karl Marx,

Memperdagangkan Infrastruktur

Kredit ilustrasi: katadata.co.id   DI TENGAH hilanganya kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melakukan ekspansi belanja akibat membengkaknya defisit keseimbangan primer, pemerintah menempuh berbagai

Kekerasan Sipil dan Kekuasaan Negara

KEBERADAAN kelompok-kelompok sipil yang dapat menggunakan kekerasan secara ‘sahih’ di luar aparatus represif negara serta maraknya aksi-aksi intimidasi dan kekerasan oleh kelompok tersebut (vigilantisme), kerap

Bara Api di Arakan: Politik Kewarganegaraan

Kredit foto: http://thevoiceofrohingya.blogspot.com   5 DESEMBER 2016, sekitar 300 orang melakukan demonstrasi di pusat kota Maungdaw. Protes yang sama juga terjadi di Buthidaung, Minbyar dan

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.