Artikel

Kelas pekerja harus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan agenda ekologis.
Tulisan ini ditujukan terutama bagi pengorganisir lapangan yang membutuhkan kerangka untuk membaca situasi secara lebih menyeluruh. Di saat yang sama, tulisan ini juga diarahkan pada pembaca yang akrab dengan perdebatan akademik, dengan harapan dapat menjadi bahan diskusi yang lebih lanjut.
Kapitalisme digital tidak hanya menghasilkan komoditas, tetapi juga bentuk baru keterasingan. Jika dalam kapitalisme klasik manusia terasing dari hasil kerjanya, maka dalam bentuk paling mutakhir ini ia tereksploitasi dan terasing dari pengalaman hidupnya sendiri.
Mengapa rezim Prabowo–Gibran kian otoriter, siapa kepentingan yang mereka lindungi di tengah memburuknya hidup rakyat, dan mengapa demokratisasi kapitalisme serta penguatan gerakan sosial justru makin sulit—sebuah refleksi dari tulisan Atilio Boron yang relevan dengan situasi hari ini.

Artikel

Menemukan Kembali Marxisme dalam Ilmu Sejarah

Marx menelaah bagaimana kepentingan kelas hadir dalam proses revolusi dan berkelindan dengan kondisi ekonomi serta pertentangan ideologi. Dengan cara pandang seperti itu, penulisan sejarah Indonesia tidak akan lagi melihat perpindahan tenaga kerja antarwilayah atau lintas negara semata sebagai gejala kemaritiman atau kurangnya cinta tanah air.

Zohran Mamdani dan Alternatif Sosialis

Kemenangan Zohran memberi inspirasi dan kepercayaan diri bahwa hanya sosialisme yang dapat menjadi alternatif dari kapitalisme neoliberal. Selain itu adalah barbarisme.

Relasi Kuasa dan Pesantren

Akar kesejarahan pesantren adalah akar anti-kolonial dan anti-kapitalis. Para pengasuh pesantren terdahulu mendirikan pondok-pondok untuk menyediakan pendidikan secara gratis kepada masyarakat sekitar. Pondok-pondok itupun kemudian berfungsi sebagai basis perjuangan rakyat dalam menghadapi kekuatan penjajah.

Dekolonisasi Gerakan Sosial

Aktivis harus belajar hidup dan berkembang dari dukungan rakyat itu sendiri. Langkah ini pun bersifat revolusioner—membebaskan gerakan dari ketergantungan dan memulai dekolonisasi tahap kedua yang bertujuan membongkar warisan kolonial yang masih membelenggu Indonesia.

Tidak Ada Gencatan Senjata di Tanah Rampasan: Pembebasan, Bukan Zionisme Liberal

Beberapa bulan ke depan akan memperlihatkan apakah kita akan terus menempuh jalan lama—berusaha menenangkan Zionisme liberal dan “berkolaborasi” dengan pejabat Partai Demokrat di ranah elektoral mereka, sebuah strategi yang telah terbukti melumpuhkan sayap kiri di negeri ini. Atau, sebaliknya, apakah kita akan mengambil inspirasi dari rakyat Palestina, dari flotilla, dan dari para aktivis muda—kelas pekerja, imigran, serta mahasiswa—yang terus membangun gerakan jauh dari pengaruh toksik Zionisme liberal.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.