
Bumi Bulat, Dari Mana Kita Tahu? — Bagian 3 (Tamat): Hidup di Permukaan Bola
“Seorang pemburu berjalan meninggalkan tendanya ke Selatan sejauh 10 km, lalu berbelok dan berjalan ke arah Timur sejauh 10 km. Pada titik ini ia melihat
HomeAnalisis

“Seorang pemburu berjalan meninggalkan tendanya ke Selatan sejauh 10 km, lalu berbelok dan berjalan ke arah Timur sejauh 10 km. Pada titik ini ia melihat

POTRET kemiskinan merupakan pandangan keseharian di Flores. Soalnya, bagaimana menjelaskannya? Beberapa pihak berpendapat bahwa kemiskinan di Flores disebabkan oleh faktor alam seperti kekeringan dan kemarau

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) DALAM artikel Merebut Populisme tanggal 30 Januari 2017, Muhammad Ridha menanggapi artikel saya Menguatnya Populisme: Trump, Brexit hingga FPI

“Kami terpaksa menyingkir lagi ke dalam hutan. Bersama arwah nenek moyang. Sambil membungkus dendam dalam ladang dan hutan. Sebab rajah dan jampi kami kalah-tak mempan.”

PADA bagian pertama kita telah membahas fakta-fakta, runutan argumentasi, serta eksperimen yang membawa kita pada kesimpulan bahwa Bumi ini bulat. Kesemuanya dilakukan dengan teknologi yang

DARI sekian banyak peristiwa yang mewarnai gelombang anti-Trump, ada satu fenomena menarik. Yaitu kembalinya novel George Orwell, 1984, ke jajaran buku terlaris, setidaknya di Amerika Serikat. Mulai dari New York Times, Telegraph, Guardian,

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) NAK semalam ayah menonton film yang indah sekali: Istirahatlah Kata-kata. Berkisah penyair pemberani yang bernama Wiji Thukul. Pria kurus,

DALAM beberapa masa ke depan, politik Indonesia akan tetap berada dalam bayang-bayang kebangkitan populisme. Dari konteks nasional, efek dari mobilisasi populisme Islam (baca: kanan) 411

Kredit gambar: http://critique-of-pure-interest.blogspot.com Prawacana BEBERAPA Minggu lalu, saya sedang melayankan firman di salah satu jemaat di Bandung. Menarik, ketika saya sedang bersiap-siap untuk ibadat,

Kredit foto: matthewoldfield.photoshelter.com PERBUDAKAN bukan merupakan fenomena baru di wilayah NTT. Duarte Barbosa, geografer Portugis, pada tahun 1518 mencatat budak sebagai salah satu komoditas perdagangan,
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.