
Kekerasan Sipil dan Kekuasaan Negara
KEBERADAAN kelompok-kelompok sipil yang dapat menggunakan kekerasan secara ‘sahih’ di luar aparatus represif negara serta maraknya aksi-aksi intimidasi dan kekerasan oleh kelompok tersebut (vigilantisme), kerap
HomeAnalisis

KEBERADAAN kelompok-kelompok sipil yang dapat menggunakan kekerasan secara ‘sahih’ di luar aparatus represif negara serta maraknya aksi-aksi intimidasi dan kekerasan oleh kelompok tersebut (vigilantisme), kerap

Kredit foto: http://thevoiceofrohingya.blogspot.com 5 DESEMBER 2016, sekitar 300 orang melakukan demonstrasi di pusat kota Maungdaw. Protes yang sama juga terjadi di Buthidaung, Minbyar dan

DALAM beberapa pekan terakhir, kita kembali disuguhkan maraknya aksi teror yang dilakukan sekelompok orang, mulai dari pengrusakan fasilitas umum secara membabibuta, hingga yang berujung meregangnya

Kredit gambar: Jatam, Kaltim RENTETAN peristiwa kelam nan menggenaskan dari berbagai pelosok negeri akibat gempuran industri ekstraktif, sudah seringkali kita dengar dan saksikan bersama.

Kredit ilustrasi: www.pinterest.com AKSI Bela Islam Super Damai tanggal 2 Desember 2016 kemarin, atau yang lebih populer disebut dengan aksi 212, punya dimensi menarik

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) GUGUSAN pegunungan dengan puncak salju abadi membentang di Papua. Suku Amungme menyebutnya Nemangkawi Ninggok. Artinya puncak salju abadi. Tempat

Kredit foto: The Voice Of Rohingnya SABTU, 26 November, tiga orang Muslim ditangkap. Ketiganya dituduh sedang merencanakan pemboman di sekitar kota Yangon. Kepada Agence

Foto diambil dari www.repelita.com ISLAM Politik sektarian menjadi wajah dominan dari Islam Politik dewasa ini. Aksi demonstrasi besar-besaran pada 4 November kemarin yang dilakukan

SAYA yakin beberapa teman Anda mempunyai ketakutan yang sama tentang drama-horor terbaru yang diperankan Donald Trump, presiden terpilih Amerika Serikat (AS). Bagaimana mungkin seorang yang

Ilustrasi oleh Alit Ambara (Nobodycorp) AKSI MASSA pada 4 November lalu, telah menarik minat para akademisi dan aktivis untuk memahaminya secara lebih sistematis. Dalam
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.