Muhammad Ridha

Manifesto Komunis dan Komunisme Sekarang

‘Omnia sunt communia (All things are common)…’ – Thomas Muntzer (1524) MENGAPA Manifesto Komunis? Mengapa komunisme sekarang?  Jika kita merefleksikannya pada pengalaman kekinian kita, maka pada

Problem Negara dan TKI: Meletakkan Negara Kapitalis Pada Tempatnya

ARTIKEL KAWAN Hizkia Yosie Polimpung yang berjudul Kegagalan Negara? Ketidak-Jelasan Nasib TKI? Sebuah Tawaran untuk Perubahan Paradigma menurut saya, adalah sebuah upaya yang penting untuk mengembalikan perhatian teoritis kita pada Negara. Dalam epos kapitalisme-neoliberal sekarang ini, yang digadang-gadang sebagai momen ‘hilangnya Negara,’ kawan Yosie mengambil posisi yang hampir bertentangan dengan kebijaksanaan umum yang tengah berlaku, dimana alih-alih hilang, Negara masih ada dan akan terus ada. Bahkan keberadaannya semakin kuat dari sebelumnya. Di sisi yang lain, posisi ini juga memberikan tantangan yang serius bagi para pengamat atau siapapun yang tertarik akan peran Negara, yang masih terlena pada perspektif humanis tentang Negara: bahwa Negara teledor, lalai, dsb. Artikel kawan Yosie setidaknya memberikan pemahaman bahwa perspektif humanis tentang Negara, seringkali bertolak belakang dengan keseluruhan logika Negara itu sendiri. Di sini, akhirnya, Negara dengan moralnya – entah itu moral baik atau buruk – tidak lagi mencukupi untuk dapat menjelaskan karakter utama Negara.

Bagaimana Membaca Kapital Sekarang?

KEKUATAN utama, yang diakui baik dari kalangan Marxis maupun non-Marxis, yang berhasil ditemukan oleh Kapital, yang merupakan karya terbesar Karl Marx, adalah kemampuannya dalam memblejeti cara kerja kapitalisme secara spesifik. Cara kerja kapitalisme, yang sebelumnya dipahami sebagai sebuah kerja yang alamiah, harmonis, dan otomatis, menjadi terbantahkan dalam teks ini. Kapital, setidaknya, memberikan kita sebuah pemahaman utuh bahwa proses kerja kapitalisme, yang dapat diamati pada tingkatan pabrik, pada dasarnya memiliki kontradiksinya sendiri. Kontradiksi yang secara primordial bisa dlihat pada tataran komoditas, menjadi akar bagi kemajuan sekaligus kehancuran kapitalisme itu sendiri, yang kemudian mengantarkan kapitalisme pada hukum internalnya yang disebut dengan hukum kecenderungan jatuhnya tingkat keuntungan.

Malu sebagai Senjata

BOCORAN  kabel diplomatik yang dipublikasi Wikileaks tentang penyalahgunaan kekuasaan oleh SBY dan beberapa orang di lingkaran terdekatnya, pada dasarnya bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Apa yang

Ode Untuk Sang Guru

Untuk Mengenang Kepergian Almarhum Romo Ignatius Wibowo If I stretch out my hand, the smile I reach is pained If I close my eyes, I

Hak Atas Kota

APA YANG hilang dari kehidupan kita sebagai warga kota? Sebelum menjawab langsung pertanyaan ini,  ada baiknya kita merefleksikan kembali apa yang kita maksud dengan kehidupan

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.