JURNAL Socialist Register edisi 2011, memilih judul “The Crisis This Time”, menanggapi krisis kapitalisme yang meledak di Amerika Serikat (AS) tahun 2007 dan efek bola saljunya ke belahan dunia lain hingga sekarang.1 Leo Panitch dan Sam Gindin,2 dalam pengantar untuk jurnal itu membawa pembaca mengingat peristiwa lebih 150 tahun lalu di New York. Saat itu, bangkrutnya “Ohio Life Insurance Company” menjadi pemicu “Krisis Besar 1857-8.”
Ketika itu, seperti diingatkan Panitch dan Gindin, Karl Marx berusaha mengerti krisis tersebut dan tiba pada kesimpulan bahwa pemulihan krisis kemungkinan akan dilakukan melalui konsolidasi kapital. Di antaranya dengan ekspor kapital dari Eropa ke wilayah-wilayah koloni, khususnya dalam kasus ini adalah industri-industri Inggris yang merajai akumulasi kapital secara global saat itu. Langkah ini memungkinkan akumulasi kapital kembali ke jalannya, tetapi dalam waktu yang sama akan kembali menciptakan kontradiksi dalam sistem ini. Krisis akan datang lagi.3 Marx benar, hanya dalam beberapa dekade setelah kematiannya krisis berulang, pada 1890an, 1907, dan akhir 1920an/1930an.