
Gerilyawan di Balik Meja: Che Guevara Sebagai Peletak Fondasi Ekonomi Kuba
Judul buku : Ekonomi Revolusi Che Guevara Penulis : Helen Yaffe Penerjemah : Ronny Agustinus Penerbit : Marjin Kiri, Tangerang, 2015 Tebal

Judul buku : Ekonomi Revolusi Che Guevara Penulis : Helen Yaffe Penerjemah : Ronny Agustinus Penerbit : Marjin Kiri, Tangerang, 2015 Tebal

”Di atas batu ini saya meletakkan peradaban orang Papua, sekalipun orang memiliki kepandaian tinggi, akal budi dan marifat tetapi tidak dapat memimpin bangsa ini, bangsa
Jika mahasiswa adalah ‘buruh masa-depan,’ maka sudah selayaknya gerakan mahasiswa saat ini mengambil posisi yang inheren dengan gerakan buruh. ‘Subjek’ mahasiswa saat ini, dalam relasi produksi kapitalisme kontemporer, adalah buruh-di-masa-depan; Ia harus mengidentifikasikan dirinya dengan melihat ‘buruh’ sebagai cermin -jika menggunakan terminologi Lacanian- dan menjadikan buruh sebagai penanda-utamanya. Subjek mahasiswa adalah subjek yang berkekurangan, dan ketika ia berhadapan dengan ganasnya alam kapitalisme, ia harus menutup lubang tersebut dengan hasratnya. ‘Hasrat’ tersebut kemudian melahirkan sistem penandaan -bahasa- yang dijangkarkan oleh sebuah penanda-utama tertentu. Jika logika ini dipakai, dengan menjadikan ‘buruh’ sebagai penanda-utama, seluruh bahasa gerakan mahasiswa akan berorientasi pada relasi produksi kapitalisme yang menyertakan buruh sebagai penanda utamanya, mengintegrasikan gerakannya dengan ‘gerakan buruh’ saat ini.
Tak perlu memoncongkan moncong dan bersungut-sungut. SEBAIKNYA dimulai dari ini: ’30 tahun, delapan bulan, dan duapuluh dua hari kekuasaan Orde baru’—dengan lantang diucapkan Budiman Sudjatmiko,

Kredit foto: Tirto (Cerita Pribadi tentang Kapitalisme di Sekolah dan Kampus di Flores) PADA masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda dulu, pernah ada pengumuman di

Kredit ilustrasi: minhodigital.com KONDISI kemiskinan, ketertekanan, ketertindasan, keterpincangan hidup, dan kondisi tidak baik lainnya merupakan ketidakberesan. Oleh agama-agama, kondisi demikian adalah akibat ulah manusia
PADA paruh kedua tahun 1970-an, ada dua kasus besar kekejaman massal di Asia Tenggara. Kasus pertama adalah Khmer Merah di Kamboja, berlangsung dari 1975 hingga 1979. Selama kurun waktu itu antara 10 persen dan 22 persen penduduk diyakini tewas karena kelaparan, kerja paksa dan eksekusi mati. Adapun kasus yang kedua adalah perang Indonesia terhadap rakyat Timor Timur, dengan periode yang paling mematikan antara tahun 1975 dan 1979. Selama kurun waktu tersebut, sekitar 31 persen penduduk Timor Timur tewas karena kelaparan, eksekusi mati dan kerja paksa.

SECARA sederhana, arti demokrasi adalah partisipasi luas publik. Membicarakan demokrasi yang menyangkut dengan keikutsertaan warga di dalamnya, menjadi landasan yang penting. Karena demokrasi sejatinya tidak

Kredit foto: Media Indonesia PADA 28 Januari 2018 lalu, sebuah kegiatan sosial jemaat Gereja Santo Paulus di Bantul, Yogyakarta, dihentikan oleh sejumlah orang dengan
ANALISA EKONOMI POLITIK “RABU tanggal 5 Mei 2010 LMND, SRMI dan warga kecamatan Talaga Raya yang berasal dari 5 desa …… dengan jumlah massa kurang

khirul Kalam, “Film Pendek ‘Tilik’, mungkin, menceritakan tentang kenyataan sehari-hari umat Islam Indonesia yang tetap mampu berghibah lepas di tengah himpitan hidup di desa. Namun, bagi anak muda Banjar yang merasakan hidup di tengah rumor kerusuhan Jumat Kelabu 23 Mei 1997 atau pekan-pekan mencekam setelah huru-hara Sampit, kenyataan itu adalah kenyataan tragis.

Illustrasi: Illustruth PERSIAPAN paling moncor jadi pengusaha, kata seorang kenalan di Facebook, bukan berkuliah di sekolah bisnis mentereng. Universitas Prasetiya Mulya? School of Business and
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.