
Identitas Dalam Kelas
EDITORIAL kita beberapa waktu lalu yang mengajukan tesis tentang prioritas Politik Kelas atas Politik Identitas, telah memunculkan serangkain pertanyaan: “Apakah kelas adalah subjek yang homogen?”;

EDITORIAL kita beberapa waktu lalu yang mengajukan tesis tentang prioritas Politik Kelas atas Politik Identitas, telah memunculkan serangkain pertanyaan: “Apakah kelas adalah subjek yang homogen?”;

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) Mempelajari Pola Operasi Militer Di Surakarta 1965-1966 Pengantar TITIK pijak perbincangan di seputar peristiwa G30S ini, pertama saya

Kredit ilustrasi: Wiji Thukul pages SECARA perlahan kehidupan sebuah negeri dapat berubah dari periode otoriter ke demokratis. Hampir semua orang kemudian berbicara tentang pentingnya

Universitas Bangka Belitung menskors kami hanya karena menyampaikan pendapat. Mereka begitu represif

REFORMASI 1998 telah membawa gugatan untuk dipenuhinya keadilan bagi korban peristiwa 1965 atas semua kejahatan kemanusiaan yang telah dilakukan pemerintah Orde Baru selama berkuasa. Oleh

Jagus (duduk) bersama istri dan anak-anaknya INDONESIA, 1963. Negara berada dalam situasi krisis pangan. Menurut catatan-catatan Dinas Pertanian Rakjat Djawa Timur, komposisi dan manifestasi

“Arsitektur Kebisingan” dibuat dengan maksud menyingkapkan lapisan-lapisan arsip sosial yang terpendam dalam tubuh sejumlah warga
TANGGAL 17 September 1904. Seorang ibu muda yang empat hari sebelumnya melahirkan bayi lelaki yang sehat, mengeluh sakit di perutnya. Rasa sakit itu menyerang tidak
Dalam rangka menghadapi Jokowi dalam Pilpres 2019 nanti, para oposan sibuk membuat langkah-langkah politik untuk menentukan siapa capres mereka yang tepat. Salah satunya dengan gerilya

Kekuatan di balik kepungan konsesi dan stigma Malam itu kunang-kunang tak berpendar riuh di pepohonan angin laut bawa kabar buruk pada manusia-manusia daratan di penghujung

SUDAH sejak jaman Orde Baru, Indonesia memiliki hari nasional yang dirayakan dua hari berturut-turut, yakni 30 September dan 1 Oktober. Tanggal 30 September diperingati sebagai

Menurut Martin Nicolaus – penerjemah karya Marx yang mendahului Capital, Grundrisse – pernyataan Lenin mengenai kesulitan membaca Capital itu, karena saat itu Grundrisse belum diterbitkan. Grundrisse sendiri lebih banyak berbicara tentang metode. Maka, menurut Nicolaus, dengan meminjam aforisme Lenin, untuk bisa memahami Capital yang tebalnya 4.000 halaman itu secara menyeluruh, kita pertama-tama mesti memahami dulu 800 halaman Grundrisse dan 1.000 halaman Logic. ‘Membaca Grundrisse dengan baik adalah cara terbaik untuk memahami Logic, dan selanjutnya untuk membaca Capital. Atau dengan kata lain, akan sangat sulit untuk bisa memahami relevansi keberadaan Logic bagi Capital tanpa pertama-tama membaca secara menyeluruh Grundrisse (Nicolaus, 1993:60). Padahal, membaca Grundrisse sendiri bukan pekerjaan mudah, apalagi membaca Logic-nya Hegel.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.