
Wacana Rambut Gondrong dan Instabilitas Nasional
Ausaf Ali Athiyyah, Mahasiswa Sejarah UI dan anggota SEMAR UI Judul Buku: Dilarang Gondrong! Praktik Kekuasaan Orde Baru Terhadap Anak Muda Awal 1970-an Penulis:

Ausaf Ali Athiyyah, Mahasiswa Sejarah UI dan anggota SEMAR UI Judul Buku: Dilarang Gondrong! Praktik Kekuasaan Orde Baru Terhadap Anak Muda Awal 1970-an Penulis:
PADA TAHUN 1969, dunia akademik di Eropa Barat dan Amerika Serikat dikejutkan oleh terbitnya buku The State in Capitalist Society, karya ilmuwan politik Marxis asal

TULISAN mengenai biaya pendidikan yang ditulis Rio Apinino dan Dicky Dwi Ananta,[1] dan kemudian mendapatkan respon cepat dari saya[2] telah mendorong Badan Kelengkapan MWA UI

Bagaimana rasanya bekerja di pabrik beras premium? Dikontrak harian, jangka waktu pendek, upah murah, lalu ketika hendak memperjuangkan nasib lewat serikat malah diberangus.

Ilustrasi diambil dari “Lekra Woodcuts in the Early 1960s: Socialist Realism, National Culture, and Cosmopolitan Patriots” (Michael Bodden, 2018) 17 AGUSTUS 1950, tepat hari ini

Kami akan tumbuh bersama. Poster Wiji Thukul oleh Alit Ambara (Nobodycorp) MUNGKIN tidak banyak mahasiswa atau bahkan dosen ilmu sosial di tanah air yang
JOHN lihai bernyanyi sejak belia. Ia ingat sebuah kisah yang kerap diulang oleh ayahnya: saat umur tiga tahun, John kecil naik ke sebuah drum minyak tanah di warung tetangganya. Ia pun menyanyikan dengan lantang lagu Guantanamera, sebuah lagu rakyat dari Kuba yang termahsyur. Lagu itu, artinya Gadis dari Guantanamo, merupakan gubahan puisi seorang penyair kiri asal Kuba, Jose Marti, yang kemudian dipopulerkan dalam banyak versi dan penyanyi. Di Amerika, tahun 1960-an sempat melejit lewat suara Pete Seeger dan Joan Baez.
Meski belum fasih melafalkan liriknya, apalagi memahami artinya, John kecil bernyanyi dengan intonasi tepat. Suaranya bagus. Orang-orang takjub. Sejak itulah, sang ayah mengakui bahwa John pintar menyanyi.
Tahun 1989, lahir Keluarga Mahasiswa UGM (KM-UGM) yang menjadi simpul pengorganisiran di berbagai kampus. John terpilih sebagai ketua. Rupanya ada bakat lain dari John selain bernyanyi, yakni kemampuan membangun organisasi. Ia piawai melobi dan menyakinkan banyak kalangan.
GOENAWAN MOHAMAD, dalam jawabannya atas kritik saya, tidak hanya mengelak dari mempersoalkan inti kritik saya, tetapi juga tak henti-hentinya mempertontonkan kontradiksi-dirinya. Saya akan mulai dari

Di atas kertas dan kepada dunia internasional, Indonesia berkomitmen melaksanakan kebijakan lingkungan yang berkelanjutan. Tapi faktanya tidak demikian. Kita menemukan contohnya dengan jelas di Papua.

Jika tidak kritis dan mengorganisir diri, orang Flores akan menjadi korban tipu daya pembangunan pariwisata versi elit Jakarta.

Judul : The Contours of Mass Violence in Indonesia, 1965-68 Editor : Douglas Kammen dan Katharine McGregor Penerbit : Honolulu, Asian Studies

Kredit foto: Wikipedia …..bahwa revolusi tanpa land reform adalah sama saja dengan gedung tanpa alas, sama saja dengan pohon tanpa batang, sama saja dengan
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.