
Pembelaan Marx Terhadap Perempuan Tertindas
Anggota perempuan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Sarekat Rakyat (SR). Di tengah-tengah adalah tanda, dengan tulisan tangan, “ “P.K.I” and “S.R” Bersama simbol komunis palu

Anggota perempuan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Sarekat Rakyat (SR). Di tengah-tengah adalah tanda, dengan tulisan tangan, “ “P.K.I” and “S.R” Bersama simbol komunis palu

1 MEI tahun ini, kita kembali merayakan ulang tahunnya kelas pekerja sedunia. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kita juga menyaksikan betapa hidup kelas pekerja masih berkutat pada
BULAN Juli lalu, media sosial kita sempat diramaikan dengan berita tentang silat lidah antara Noam Chomsky dan Slavoj Zizek. Chomsky, seorang filsuf, ahli tata bahasa sekaligus anarkis, menganggap Zizek tak punya teori dan hanya bermain kata-kata, sebagaimana Derrida dan Lacan. Zizek, seorang filsuf posmo, yang konon anti-posmo, membantah anggapan itu dan mengajukan gugatan balik atas Chomsky. Komentar Chomsky adalah ekspresi tipikal dari filsuf Analitik, sementara posisi Zizek adalah ekspresi tipikal dari filsuf Kontinental. Pada kesempatan kali ini, saya akan menganalisis interaksi kedua tradisi tersebut dan melihat implikasinya bagi Marxisme. Dalam artikel pertama ini, kita akan berfokus membedah—meminjam istilah C.P. Snow—‘dua kebudayaan’ filsafat kontemporer itu. Barulah kemudian dalam bagian kedua, kita akan memeriksa keterkaitan antara cekcok dua budaya ini dengan Marxisme.

Artikel ini mengulas buku yang mematahkan perspektif bahwa desa adalah wilayah homogen, dengan studi kasus di Yogyakarta. Konflik juga terjadi dalam kelompok petani yang termanifestasi pada diferensiasi kelas.

Serikat Pekerja Kampus berdiri pada 17 Agustus 2023 di Salemba, Jakarta. Organisasi melawan sistem yang tidak adil dan diskriminatif dalam ekosistem kampus yang menyebabkan pekerja tidak dapat mengembangkan diri secara optimal.

Ilustrasi: Jonpey DALAM beberapa minggu belakangan ini, komunitas internasional banyak memusatkan perhatian terhadap perkembangan terkini di Tiongkok. Pemerintah Tiongkok di bawah kepemimpinan Partai Komunis Tiongkok
MASALAH ruang (space), tampaknya semakin menarik perhatian kalangan progresif saat ini. Misalnya, dalam sebuah presentasi berjudul “Korporasi dan Penguasaan Ruang di Indonesia” Chalid Muhammad,i mantan

TIDAK ada politisi Indonesia yang saat ini lebih menarik perhatian saya daripada Anies Baswedan. Beberapa bulan lalu dia memenangkan pemilihan gubernur Jakarta. Anda semua mahfum

“MANUSIA bisa hidup tanpa emas, tapi tak bisa hidup tanpa air”, demikian bunyi protes aktivis lingkungan di Banyuwangi atas eksploitasi hutan Gunung Tumpang Pitu oleh

Di Indonesia, pembangunan melulu dikaitkan dengan modernitas, industri, dan urbanisasi seperti di negara-negara Barat. Tak ada tempat bagi alternatif, juga untuk masyarakat adat.

Buruh-buruh Cina di Indonesia juga menghadapi situasi sulit. Sama pula seperti buruh lokal, mereka pun melawan. Itu semua penting kita ketahui dan bahas agar terhindar dari prasangka rasis.

Kredit ilustrasi: Putu Deoris HAMPIR semua warga Indonesia yang terpapar media dan melewati pendidikan era Orde Baru tahun 1984-1998, kemungkinan besar akan mengingat secara
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.