1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 205

Paling Sering Dibaca

Percaya Pada Kemanusiaan dan Solidaritas

SEBELUM yang lain-lain, berdukalah atas penembakan awak redaksi Charlie Hebdo, Paris, pada 7 Januari lalu. Duka ini tidak melulu mesti dimulai dengan persetujuan atau ketidaksetujuan

Keperawanan

SAYA termasuk orang yang selalu menganggap bahwa manusia tidaklah bodoh. Jika pun seseorang terlihat bodoh, barangkali dia sekadar berpura-pura atau mungkin sedang lupa. Kepercayaan ini sedikit banyak mendapat tantangan yang hebat pada seminggu belakangan. Penyebabnya ini: berita tentang tes keperawanan untuk siswi SMA.

Teror Jakarta dan Bagaimana Menyikapinya

BELUM lama Jakarta kembali diserang oleh teror bom. Tepat di jantung kota, daerah Sarinah Thamrin, salah satu titik pusat kegiatan perkantoran dan perbelanjaan. Serangan ini,

Politik Ketakutan Jakarta

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp)   ENTAH Anda berpihak kepada siapa atau apa dalam Pilkada Jakarta kemarin, pasti segudang argumentasi sudah disiapkan untuk membela calon

Ejaan Amnesia

KITA sudah memasuki 50 tahun pembantaian ‘65. Ini prahara yang paling bergelimang korban nyawa dalam sejarah Indonesia. Tak terhitung banyaknya pengakuan dari para korban dan

Buruh Dalam Cengkeraman Globalisasi

Kredit foto: kompasiana.com   ISU PERBURUHAN kembali menjadi berita hangat. Media Eropa ramai dengan berita perlawanan jutaan rakyat Perancis yang tumpah ruah di jalan menentang

Kuncinya Adalah Pembangunan Gerakan Rakyat

SETELAH satu dekade reformasi berjalan, kita temui kenyataan bahwa gerakan progresif secara politik kalah bertarung dengan sisa-sisa kekuasaan rejim orde baru dan kalangan reformis gadungan.

Zhou Enlai

BICARA Zhou Enlai menghadang fasisme Jepang, seperti memancing ikan di padang pasir: kerjaan orang gila. Kenapa? Karena, konon, tak ada lagi ancaman fasisme di Indonesia.

Masa Depan Demokrasi Mesir

PASCA jatuhnya Hosni Mubarak, terdapat empat kekuatan politik yang sangat berpengaruh di Mesir. Pertama, adalah kalangan militer yang terselamatkan dari keruntuhan Mubarak; kedua, pejabat-pejabat tinggi birokrasi pemerintahan Mesir serta kroni-kroni Mubarak yang disebut Feloul yang menggunakan Partai National Democratic (NDP) sebagai kendaraan politiknya; dan ketiga, kelompok Ikhwanul Muslimin, yang memiliki struktur dan jaringan organisasi yang luas, serta kepemimpinan politik dan idelogi yang jelas; serta keempat, adalah massa rakyat yang berasal dari berbagai aliran politik, organisasi, dan ideologi yang tumpah-ruah di Tahrir Square.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.