1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 201

Paling Sering Dibaca

Depolitisisasi Politik Pasca Mao

Bagi banyak kalangan, Revolusi Kebudayaan (the Great Proletarian Cultural Revolution/GPCR) yang dicanangkan Mao Zedong pada 16 Mei 1966, merupakan salah satu horor kemanusian terbesar di

Penelusuran Kekuatan Buruh di Indonesia

Dalam kehidupan politik, buruh memang tidak dominan, tapi bukan berarti mereka tidak punya kekuatan. SAAT REZIM  otoriter Orde Baru runtuh (1998), banyak orang menduga bahwa buruh

Guna-guna Dunia Digital: Menafsir Gejala, Menimbang Kemungkinan

Sudah saatnya bagi kita untuk mengorganisir serikat yang menghimpun pengguna teknologi digital sebagai pekerja produktif. Pembicaraan mengenai strategi kebijakan dan pertarungan wacana yang ingin ditawarkan dapat termediasi melalui serikat pekerja ini.

Gerakan Progresif di NTT Pasca Pemilu 2019

Jokowi saat kampanye di Kupang, NTT pada Pilpres lalu. Kredit foto: Tagar News BEBERAPA pekan terakhir ini, di media ini berlangsung perdebatan menarik seputar bagaimana

Onghokham, Sejarahwan Imajinatif

SUATU hari, di awal 1970an, sejumlah dosen Indonesia berada di kantin K.I.T.L.V. Koninkelijke Instituut voor Taal, Land en Volkenkunde, waktu itu di seberang stasiun, Stationsplein,

Aksi Massa dan Kedaulatan Politik Kita

Foto diambil dari http://sosialispapua.com   AKSI 2 Mei 2016 berlangsung baik dan terhormat. Salut pada seluruh kawan yang telah terlibat dengan jiwa, nyanyian, tarian dan

Seandainya Warga Miskin Diberi Kesempatan

28 SEPTEMBER 2016, sekitar pukul 07.30 WIB, kedatangan aparat gabungan Satpol PP dan polisi akhirnya mewujudkan mimpi buruk warga Bukit Duri. Bermodal gerobak motor dengan

Menggugat “Bapak Pembangunan”

Kepergian Soeharto diberitakan dengan dua pesan. Umumnya televisi-televisi lokal, bahkan Presiden Yudhoyono, menyebut dan memuja Soeharto sebagai ‘putra terbaik bangsa’ dan ‘pahlawan yang berjasa besar’. Akan tetapi, berita yang disampaikan oleh media-media internasional memiliki perspektif yang berbeda. Misalnya, sebuah kantor berita internasional, CNN, menyebut demikian: “Indonesia’s iron ruler dies” (penguasa bertangan besi Indonesia telah meninggal dunia).

Opini publik pun umumnya masih terbagi dua; sebagian mengatakan bahwa Soeharto berjasa besar, sebagian yang lain menyebutkan rangkaian tindak kejahatan kemanusiaan dan berbagai kasus korupsi yang terjadi selama pemerintahannya. Hal yang menarik, publik pada umumnya, termasuk yang mengkritik pelanggaran hak-hak asasi manusia yang dilakukan Soeharto, mengaminkan bahwa ia telah berhasil membangun perekonomian Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.