Depolitisisasi Politik Pasca Mao
Bagi banyak kalangan, Revolusi Kebudayaan (the Great Proletarian Cultural Revolution/GPCR) yang dicanangkan Mao Zedong pada 16 Mei 1966, merupakan salah satu horor kemanusian terbesar di
Bagi banyak kalangan, Revolusi Kebudayaan (the Great Proletarian Cultural Revolution/GPCR) yang dicanangkan Mao Zedong pada 16 Mei 1966, merupakan salah satu horor kemanusian terbesar di
Dalam kehidupan politik, buruh memang tidak dominan, tapi bukan berarti mereka tidak punya kekuatan. SAAT REZIM otoriter Orde Baru runtuh (1998), banyak orang menduga bahwa buruh

Pengantar Redaksi: Menyambut kehadiran pemerintahan baru, kami menurunkan serial artikel mengenai “Tantangan Pemerintahan Jokowi.” Ini adalah artikel kedua dari serial tersebut. Selamat menikmati. MARY

Sudah saatnya bagi kita untuk mengorganisir serikat yang menghimpun pengguna teknologi digital sebagai pekerja produktif. Pembicaraan mengenai strategi kebijakan dan pertarungan wacana yang ingin ditawarkan dapat termediasi melalui serikat pekerja ini.

Jokowi saat kampanye di Kupang, NTT pada Pilpres lalu. Kredit foto: Tagar News BEBERAPA pekan terakhir ini, di media ini berlangsung perdebatan menarik seputar bagaimana
SUATU hari, di awal 1970an, sejumlah dosen Indonesia berada di kantin K.I.T.L.V. Koninkelijke Instituut voor Taal, Land en Volkenkunde, waktu itu di seberang stasiun, Stationsplein,
Foto diambil dari http://sosialispapua.com AKSI 2 Mei 2016 berlangsung baik dan terhormat. Salut pada seluruh kawan yang telah terlibat dengan jiwa, nyanyian, tarian dan

INDONESIA adalah Negara hukum. Doktrin ini secara literer dapat diartikan bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan hajat hidup masyarakat diatur oleh hukum. Itu sebabnya mengapa

Sudahi teologi Kristen yang berkontribusi melanggengkan imperialisme. Sudah waktunya melawan segala bentuk penindasan dan mendukung total pembebasan nasional.

28 SEPTEMBER 2016, sekitar pukul 07.30 WIB, kedatangan aparat gabungan Satpol PP dan polisi akhirnya mewujudkan mimpi buruk warga Bukit Duri. Bermodal gerobak motor dengan
Kepergian Soeharto diberitakan dengan dua pesan. Umumnya televisi-televisi lokal, bahkan Presiden Yudhoyono, menyebut dan memuja Soeharto sebagai ‘putra terbaik bangsa’ dan ‘pahlawan yang berjasa besar’. Akan tetapi, berita yang disampaikan oleh media-media internasional memiliki perspektif yang berbeda. Misalnya, sebuah kantor berita internasional, CNN, menyebut demikian: “Indonesia’s iron ruler dies” (penguasa bertangan besi Indonesia telah meninggal dunia).
Opini publik pun umumnya masih terbagi dua; sebagian mengatakan bahwa Soeharto berjasa besar, sebagian yang lain menyebutkan rangkaian tindak kejahatan kemanusiaan dan berbagai kasus korupsi yang terjadi selama pemerintahannya. Hal yang menarik, publik pada umumnya, termasuk yang mengkritik pelanggaran hak-hak asasi manusia yang dilakukan Soeharto, mengaminkan bahwa ia telah berhasil membangun perekonomian Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) APA yang salah dari demokrasi? Keharusannya menentukan hasil sebuah kesepakatan dalam formula suara terbanyak. Memang, adanya rembukan akan memberikan
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.