MAYORITAS manusia yang diceritakan GM dalam tulisannya, termasuk dirinya, tipikal manusia yang dirugikan oleh sebuah zaman dan tempat tertentu. Karena pergolakan politik zaman itulah maka waktu itu saya begitu; lantaran mood zaman itu begitu, maka saya pada saat itu cenderung pada pemikiran A dan bukan K. Aroma manusia seperti itu banyak kita temukan juga dalam novel Pulang dan Amba (dan banyak narasi tentang korban 1965 lainnya). Tokoh-tokoh peristiwa 65 yang kebetulan saja ada pada tempat yang salah, pada waktu yang salah. Sebuah logika yang sama dalam narasi-narasi yang berbeda. Atau dengan kata lain, mereka lagi sial aja.