1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 192

Paling Sering Dibaca

Mixtape: Song of the Women!

Dengar!  KAWAN SAYA, KOMEDIAN stand up ternama Soleh Solihun, suatu hari pernah melempar lawakan mengenai feminisme. Lemparan tersebut kurang-lebih berbunyi, “Feminis itu perempuan yang mengalami

Antara Proklamasi dan Deklarasi

TEKS proklamasi kemerdekaan sudah dibacakan 62 tahun lalu oleh Bung Karno dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia. “Tidak ada yang luar biasa” pada peristiwa

Menguak Mitos Negara Lemah Di Hadapan Pasar

Dekade 80an memang merupakan dekade dimana paham ekonomi neoliberal sedang mengalami pasang naiknya. Bangkrutnya sistem Bretton Woods pada akhir dekade 60an, dan proses deindustrialisasi yang menimpa negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat yang berpuncak pada krisis fiskal pada pertengahan 1970an, telah membuat para intelektual, teknokrat, dan politisi berpaling dari jalan Keynesianisme dan Sosial-demokrasi mengikuti jalan Kapitalisme-neoliberal. Di negara-negara berkembang, proyek industrialisasi berorientasi impor (Industrialisasi substitusi impor/ISI) mulai kehilangan popularitasnya sebagai solusi untuk memodernisasi keterbelakangan dan ketertinggalan ekonomi. Ketika terjadi krisis hutang luar negeri dari negara-negara Dunia Ketiga ini pada dekade 1908an, maka proyek ISI bangkrut dan diganti dengan proyek industrialisasi berorientasi ekspor (Industrialisasi Orientasi Ekspor/IOE).

Nostalgia Gerakan

TUJUH belas tahun gerakan Reformasi, demikianlah usianya genap tahun ini. Gerakan menggulingkan pemerintahan otoriter Suharto, begitulah intinya bila kita mau menyederhanakan penjelasan. Usia yang tidak

Indonesia vs Malaysia

Sengketa Siapa Yang lebih Melayu BERITA-berita “pertarungan” Indonesia-Malaysia kini bak tiada habisnya. Sepertinya, setiap sekian minggu akan muncul di berbagai media cetak dan elektronik Indonesia

Perginya “Sang Wali” Terakhir

OBITUARI Nezar Patria DARI apartemennya lelaki itu mengirimkan selembar surat. Di luar, salju membungkus Norsborg, satu pojok di kota Stockholm, Swedia. Di mesin faksimili, sehimpunan

Selamat Datang Mahasiswa Baru

SEJUJURNYA, saya jenuh menulis tentang mahasiswa dengan cara-cara yang biasa. Saya ingin menulis sesuatu yang lain, untuk menyambut sekelompok pemuda beruntung ini. Saya berusaha membabarkannya dengan bahasa sederhana dan sekutil santai.

Inilah negeri tempat pemuda-pemudi berumur beranjak dewasa, yang mengimpikan dirinya menjadi mahasiswa. Naga-naganya ini pertanda buruk. Mengapa? Coba lihat Kuba, sebuah negeri kecil di Amerika Latin, negeri dimana menjadi mahasiswa sama nilainya dengan menjadi bukan mahasiswa. Di negeri itu, setiap orang dikasih hak menamatkan diri sampai jenjang pendidikan terakhir dan tanpa ongkos secuil pun. Kalau anda hendak bertanya kenapa bisa demikian, anda sudah berada di jalur yang benar. Menyederhanakannya dalam uraian singkat, kira-kira beginilah paparannya.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.