
Mixtape: Song of the Women!
Dengar! KAWAN SAYA, KOMEDIAN stand up ternama Soleh Solihun, suatu hari pernah melempar lawakan mengenai feminisme. Lemparan tersebut kurang-lebih berbunyi, “Feminis itu perempuan yang mengalami

Dengar! KAWAN SAYA, KOMEDIAN stand up ternama Soleh Solihun, suatu hari pernah melempar lawakan mengenai feminisme. Lemparan tersebut kurang-lebih berbunyi, “Feminis itu perempuan yang mengalami
TEKS proklamasi kemerdekaan sudah dibacakan 62 tahun lalu oleh Bung Karno dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia. “Tidak ada yang luar biasa” pada peristiwa

Pengantar Redaksi: Menyambut kehadiran pemerintahan baru, kami menurunkan serial artikel mengenai “Tantangan Pemerintahan Jokowi.” Ini adalah artikel kedua dari serial tersebut. Selamat menikmati. MARY

Dekade 80an memang merupakan dekade dimana paham ekonomi neoliberal sedang mengalami pasang naiknya. Bangkrutnya sistem Bretton Woods pada akhir dekade 60an, dan proses deindustrialisasi yang menimpa negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat yang berpuncak pada krisis fiskal pada pertengahan 1970an, telah membuat para intelektual, teknokrat, dan politisi berpaling dari jalan Keynesianisme dan Sosial-demokrasi mengikuti jalan Kapitalisme-neoliberal. Di negara-negara berkembang, proyek industrialisasi berorientasi impor (Industrialisasi substitusi impor/ISI) mulai kehilangan popularitasnya sebagai solusi untuk memodernisasi keterbelakangan dan ketertinggalan ekonomi. Ketika terjadi krisis hutang luar negeri dari negara-negara Dunia Ketiga ini pada dekade 1908an, maka proyek ISI bangkrut dan diganti dengan proyek industrialisasi berorientasi ekspor (Industrialisasi Orientasi Ekspor/IOE).

TUJUH belas tahun gerakan Reformasi, demikianlah usianya genap tahun ini. Gerakan menggulingkan pemerintahan otoriter Suharto, begitulah intinya bila kita mau menyederhanakan penjelasan. Usia yang tidak

IndoPROGRESS TV mewawancarai Francis Wahono. Direktur Yayasan Cindelaras Paritrana Yogyakarta itu menyampaikan masalah-masalah agraria di Indonesia dan kaitannya dengan pemilu.
Sengketa Siapa Yang lebih Melayu BERITA-berita “pertarungan” Indonesia-Malaysia kini bak tiada habisnya. Sepertinya, setiap sekian minggu akan muncul di berbagai media cetak dan elektronik Indonesia
SETELAH pasangan SBY-Boediono, ditahbiskan sebagai pemenang Pemilu Presiden 2009, pertanyaan yang tersisa, bagaimana gerakan progresif memaknai kemenangan mereka? Pendapat yang sangat dominan, bahwa kemenangan pasangan
OBITUARI Nezar Patria DARI apartemennya lelaki itu mengirimkan selembar surat. Di luar, salju membungkus Norsborg, satu pojok di kota Stockholm, Swedia. Di mesin faksimili, sehimpunan

SEJAK masa kampanye pemilihan Presiden tahun 2014 sampai sekarang, hampir tiga tahun menjalankan roda pemerintahan di Indonesia, Joko Widodo dan jajarannya sering dianggap sebagai rezim
SEJUJURNYA, saya jenuh menulis tentang mahasiswa dengan cara-cara yang biasa. Saya ingin menulis sesuatu yang lain, untuk menyambut sekelompok pemuda beruntung ini. Saya berusaha membabarkannya dengan bahasa sederhana dan sekutil santai.
Inilah negeri tempat pemuda-pemudi berumur beranjak dewasa, yang mengimpikan dirinya menjadi mahasiswa. Naga-naganya ini pertanda buruk. Mengapa? Coba lihat Kuba, sebuah negeri kecil di Amerika Latin, negeri dimana menjadi mahasiswa sama nilainya dengan menjadi bukan mahasiswa. Di negeri itu, setiap orang dikasih hak menamatkan diri sampai jenjang pendidikan terakhir dan tanpa ongkos secuil pun. Kalau anda hendak bertanya kenapa bisa demikian, anda sudah berada di jalur yang benar. Menyederhanakannya dalam uraian singkat, kira-kira beginilah paparannya.

DALAM laporan tahunan Indocement 2014 yang bertajuk Maintaining Good Achievement in Expanding Market (halaman 111) tertulis “Konsumen semen diperkirakan akan tumbuh lebih lanjut dalam tahun-tahun
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.