1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 184

Paling Sering Dibaca

Marhaenis Bergerak (1)

Pengantar redaksi: Kami menerima kiriman makalah dari penulis yang disampaikan pada Diskusi Panel ‘Tinjauan Kritis Masa Depan Gerakan Kaum Marhaenis’, dalam rangka Pengukuhan Presidium 2006-2008

Hukuman Mati: Politik Machiavellis Tanggung

SUDAH lama saya berusaha memahami eksekusi para narapidana narkoba yang dengan gigih dilakukan oleh pemerintahan Presiden Jokowi sejak awal masa pemerintahannya. Pertanyaan saya yang paling

Tiada Lagi Berita dari Asia Afrika

JALAN-JALAN di kota Bandung kembali diatur ulang. Jalan-jalan yang kembali dipenuhi oleh mobil-mobil yang membawa para pemimpin negara-negara Asia dan Afrika – dua kawasan di

Kenali Dirimu, Kenali Musuhmu

SEJENAK mari kita menengok sejumlah kabar di negeri orang. Margaret Thatcher, mantan Perdana Menteri Inggris, meninggal dunia April tahun lalu. Kemudian, belum lama ini, di

Membaca Utuy—Selalu Sendiri

Cerita Pendek PUKUL 17.30 kira-kira, saya ke luar dari kosan yang temboknya begitu hitam, buteg, jorok dan kucel. Wajar saja. Sejak pertama kali dicat ketika

Neoliberalisme dan Warganegara

MUSUH kaum neoliberal adalah negara. Mereka memandang bahwa eksistensi negara itu kontradiktif bagi eksistensi pasar. Negara dipandang merusak mekanisme pasar, sehingga menimbulkan aneka macam distorsi.

Kegagalan Konsolidasi Politik Kiri

BEBERAPA opini terakhir di harian IndoPROGRESS memperlihatkan tumbuhnya hasrat politik baru untuk membentuk partai politik progresif berbasis kelas pekerja, kaum miskin kota, petani, dan kekuatan-kekuatan

Marxisme dan Alkimia

Uang adalah sarana pertukaran, pembayaran dan penyimpanan nilai. Dalam arti itu, uang adalah konsep yang diturunkan dari konsep nilai. Dari manakah uang memperoleh nilainya? Marx menunjukkan bahwa uang tak lebih daripada representasi atas nilai komoditas. Nilai komoditas sendiri ditentukan oleh pencurahan sejumlah kerja tertentu. Uang karenanya merupakan representasi atas representasi atas kerja. Demikianlah Marx memperlihatkan bahwa uang, sebagaimana kapital, tak lain daripada relasi sosial. Buanglah relasi sosial yang mensituasikannya, maka selembar uang akan menjadi selembar kertas biasa. Apabila nilai komoditas lenyap sebagai akibat dari lenyapnya relasi sosial yang menopangnya, maka lenyaplah pula uang sebagai sarana pertukaran, pembayaran dan penyimpanan nilai. Uang, seperti juga nilai dan entitas sosial pada umumnya, adalah produk sejarah interaksi manusia dengan alam. Uang dan entitas sosial lainnya adalah seperti centaur, makhluk dengan dua kodrat: sebagian bersifat alamiah (sebagai kertas) dan sebagian lain bersifat sosial (sebagai medium nilai). Namun pandangan seperti ini tidak selalu mengemuka.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.