
“Kami Selalu Ingat!” (Eps. II – Kel. Wiji Thukul)
Kami Selalu Ingat! adalah seri wawancara IPTV yang menghadirkan cerita dari korban dan keluarga korban pelanggaran Hak Asasi Manusia di Indonesia.

Kami Selalu Ingat! adalah seri wawancara IPTV yang menghadirkan cerita dari korban dan keluarga korban pelanggaran Hak Asasi Manusia di Indonesia.

PADA hari Minggu kemarin, 25 Januari 2015, rakyat Yunani melakukan Pemilu untuk menentukan siapa yang harus memegang tampuk kekuasaan nasional. Pemilu ini begitu menarik untuk
“Does mechanization affect human values, and if so, how? To what extent and under what conditions should we allow technology to shape our definition of

KITA sering mendengar pendapat bahwa masyarakat Indonesia punya kebudayaan yang cukup tinggi yang mempengaruhi ketabahan hidup yang dimilikinya. Salah satu indikasinya muncul pada sambutan masyarakat

Kredit foto: domenicolosurdo.blogspot.com KAMIS, 28 Juni 2018, Domenico Losurdo wafat karena penyakit tumor otak. Bagi banyak khalayak di Indonesia, nama Losurdo mungkin masih dianggap

KEPADA Bapak Joko Widodo yang saya hormati, Nama saya Andri Gunawan Wibisana. Saya dosen hukum lingkungan di UI. Beberapa tahun terakhir, salah satu isu yang

TRILOGI Boris Kagarlitsky dengan judul di atas adalah sebuah gedoran atas kebekuaan pemikiran yang semakin terkungkung dengan realitas politik global awal abad ke-21, dan menantang pesimisme apakah ada jalan lain di luar keyakinan ekonomi [masyarakat] pasar yang seolah menjadi ‘kenyataan tak terhindarkan’ dari sejarah abad ke-21. Keruntuhan Uni Soviet pada dekade 1980an dan munculnya Republik Rakyat Cina sebagai kekuatan ekonomi dunia yang mengadopsi sistem pasar dengan kontrol negara seperti membunyikan lonceng kematian cita-cita dan praktek politik ‘kiri’ yang menjadi marak sejak pertengahan abad ke-19 dan awal abad ke-20.
DASAR dari perjuangan kelas pekerja adalah pengentasan kapitalisme yang menghisap pekerja lewat sistem upah. Oleh karenanya, alangkah baiknya apabila kaum buruh melakukan refleksi dalam perjuangannya selama ini: Apakah hanya dengan meminta kenaikan upah, kapitalisme dapat dikalahkan? Ataukah dalam rangka menggerakan segenap kelas pekerja – bukan cuma ‘buruh’- harus dilakukan tuntutan yang lebih fundamental?

DALAM artikel sebelumnya kita telah membahas bagaimana bentuk masyarakat hari ini mampu dikenali hanya melalui sekaleng Coca-Cola. Masyarakat yang kita maksud tentu merupakan kumpulan dari

BERBEKAL bacaan literatur sejarah dan pengalaman, membuat penulis mengenal kalangan kiri dan kaum progresif di negeri ini yang sejak lama memang berisikan beragam posisi dan

Kredit ilustrasi: Pinterest AKHIR-akhir ini, perdebatan tentang ‘mayoritas’ dan ‘minoritas’ kembali menyeruak di ruang publik, terutama pada konteks Indonesia. Wacana mayoritas-minoritas menjadi penting untuk dibicarakan

GAGASAN pembangunan partai elektoral alternatif kembali bergaung kencang dalam peringatan mayday tahun ini. Indikasinya dapat dilihat dengan deklarasi komitmen aliansi buruh yang tergabung dalam Gerakan
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.