Tiga Perempuan, Tiga Keberanian
ADA TIGA perempuan yang ingin saya bahas di tengah pikiran yang sedang berisik belakangan ini. Perempuan-perempuan yang hidup di abad lalu. Ketiganya sudah mati.
ADA TIGA perempuan yang ingin saya bahas di tengah pikiran yang sedang berisik belakangan ini. Perempuan-perempuan yang hidup di abad lalu. Ketiganya sudah mati.
LAPAS Cebongan, 19 Maret 2013. Segerombolan tentara menyerbu penjara itu. Dengan sekejap, mereka memaksa masuk, dengan satu tujuan untuk membalas dendam atas kematian seorang teman. Semua bermula dari sebuah keributan di sebuah kafe antara sekelompok preman dan seorang tentara, yang mengakibatkan digiringnya para preman itu ke penjara. Segera setelah menemukan para pelaku, para tentara itu segera menodongkan senjata mereka, dan kemudian menembak para pelaku. Hukum negara dan masyarakat beradab tidak lagi berlaku, digantikan oleh logika balas dendam, hukum-hukum kekuasaan dan aksi pengadilan sepihak. Tentu, semuanya dilakukan atas nama jiwa korsa.

JOKOWI telah menetapkan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru dan membatalkan untuk melantik Budi Gunawan sebagai Kapolri. Beberapa kalangan menganggap Keputusan ini diambil Jokowi

DONALD Ignatius Suyanto, seorang free thinker yang tinggal di Bali, pulau dengan mayoritas Hindu, pada 21 Maret 2016, menaruh video di YouTube. Dalam video
KETIKA pemerintah SBY-Boediono berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada awal April 2012 lalu, di lapangan ia dihadapakan pada gelombang perlawanan massa yang luas.

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) “SEJARAH adalah guru kehidupan.” Silakan terka dari mana saya mendengar petuah bijaksana ini. JJ Rizal? Andi Achdian? Atau mungkin
Anti-korupsi sebagai agenda politik kelas dalam rangka perjuangan kelas menempatkan relasi kekuasaan dalam kapitalisme sebagai problem yang harus diatasi dalam rangka mengatasi korupsi. Dalam artian, harus ada upaya untuk mengalahkan/menundukkan/menghancurkan kepentingan politik kelas kapitalis dalam proses politik yang. Inilah kunci jika memang korupsi hendak diberantas. Dalam hal ini, tentu saja tidak dengan menjaga jarak dengan ruang politik yang tersedia dalam kapitalisme, namun dengan melakukan demistifikasi ruang politik kapitalisme itu sendiri melalui perluasan ruang politik dalam rangka mendefinisikan ulang ruang politik yang ada sebagai sepenuhnya ruang politik rakyat pekerja.

Bangunan warga desa Tiberias yang diduga dirusak karyawan PT Malisya Sejahtera. Kredit foto: http://www.mongabay.co.id KONFLIK agraria ternyata masih terus terjadi di negeri ini. Setelah
ADA yang bilang, fungsi karya seni adalah untuk menghibur dan mendidik (baca: mencerahkan). Menurut saya, tidak cukup sampai disitu. Karya seni mesti memberikan pengharapan. Ia

KAPANKAH politik menjadi ajang kegembiraan rakyat banyak? Sejak Orde Baru, kita telah dibiasakan dengan politik yang tak ideologis, politik suam-suam kuku. Urusan politik dibuat jadi

“Dekade Jancuk”. Tulis itu di caption foto akhir tahun Anda.

SERUAN dari artikel Martin Suryajaya dan Coen Husain Pontoh, sangatlah relevan dan mendesak untuk ditindaklanjuti oleh kalangan progresif Indonesia. Seruan mereka adalah semacam battle cry
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.