
OBITUARI: Selamat Jalan Oey Hay-Djoen
SIAPAKAH yang bisa menolak ajal? “Ajal semakin akrab”, ujar Soebagio Sastrowadojo dalam salah sebuah puisinya, ketika ia berbicara tentang maut di saat usianya kian melanjut.

SIAPAKAH yang bisa menolak ajal? “Ajal semakin akrab”, ujar Soebagio Sastrowadojo dalam salah sebuah puisinya, ketika ia berbicara tentang maut di saat usianya kian melanjut.
Sebuah Obituari HARI Senin kemarin adalah Hari Kemerdekaan, peringatan proklamasi kemerdekaan oleh Sukarno-Hatta dan dimulainya empat tahun perjuangan jutaan rakyat Indonesia untuk menjaga agar tentara
POSITIVISME—sepenggal kata ini di hadapan kaum cendekiawan berbudaya, nyaris sepadan dengan kata ‘komunisme’ di mata antek-antek Orba. Kata ‘positivisme’ kerapkali dihadirkan sebagai cercaan, sebagai penghinaan terhadap hakikat multi-dimensional manusia, sebagai perlambang tentang semangat untuk mereduksi keragaman pemaknaan pada sistem verifikasi yang dingin. Semangat positivis Lingkaran Wina yang hendak menuntut bukti empiris dari setiap pernyataan ilmiah dianggap telah meringkas dan meringkus kemanusiaan. Khususnya dalam kajian-kajian kebudayaan kritis, positivisme adalah sesuatu yang membikin mual para budayawan. Namun, rasa mual para budayawan ini membikin saya mual. Seandainya saja mereka tahu dari semangat dan konteks seperti apakah positivisme itu dilahirkan. Seandainya saja mereka tahu apa yang mereka bicarakan.

KENAIKAN harga-harga, apalagi karena kenaikan harga BBM, pasti membuat upah buruh tak lagi cukup untuk hidup layak. Celakanya, bila buruh memrotes soal kenaikan harga-harga dan

Istilah ‘wong cilik’ biasanya ramai dipergunakan menjelang perhelatan politik akbar. Rupa-rupanya, kebiasaan membicarakan ‘kaum pinggiran’ tanpa memberi mereka kesempatan bersuara sendiri sudah terjadi sejak lama.

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) You think you own whatever land you land on, the Earth is just a dead thing you can claim

APA LAGI yang menjadi cita-cita perjuangan gerakan buruh, jika bukan kebebasan dari segala bentuk penindasan? Sungguh cita-cita besar, yang sejatinya tak akan pernah dapat terengkuh.

Sebuah Catatan Perjalanan RONA merah langit memudar digantikan oleh biru gelap, malam sudah diujung hidung, seorang pria nampak merapal mantera, tubuhnya diselimuti oleh kain

Orang tua Sabit adalah pasangan pegawai negeri yang sedang mengejar karir. Dengan tuntutan pekerjaan, keadaan ekonomi simpang siur dan kerja sampingan, mereka tidak punya waktu untuk memberi perhatian yang cukup untuk Sabit. Bocah kecil itu tidak mengendus persekongkolan di depan hidungnya: suatu pagi yang buta tahun 1997, mereka bertiga tiba di Sidoarjo. “Menjenguk Kakek,” kata ibu. Sabit senang berplesir. Kakek membawanya ke pasar lalu jalan-jalan di alun-alun kota dengan vespa biru muda. Pakde Broto mengajarkan naik sepeda dan Mbak Dian menemani bermain layangan. Ia tidur nyenyak dan bahagia malam itu.

Korespondensi Theodor Adorno dan Herbert Marcuse Mengenai Gerakan Mahasiswa Jerman PADA 31 Juli, Marcuse membalas telegram dan sebuah surat dari Adorno. Sayangnya, surat itu
Istilah kuasa lunak (soft power) telah dipopulerkan sejak penghujung 1980 oleh Joseph S Nye Jr, guru besar Kennedy School of Government Universitas Harvard, Amerika Serikat
Revolusi politik yang terjadi di kawasan Dunia Arab (Tunisia, Mesir, dan Libya) saat ini, telah melahirkan gelombang optimisme akan sebuah dunia baru yang lebih demokratis
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.