
Bernie Sanders dan Politik Gerakan Sosial di Amerika Serikat
“Socialist snow on the streets Socialist talk in the Maverick Socialist kids sucking socialist lollipops…” (“Burlington Snow”, Allen Ginsberg) MUSIM semi tahun 1981 menjadi sebuah

“Socialist snow on the streets Socialist talk in the Maverick Socialist kids sucking socialist lollipops…” (“Burlington Snow”, Allen Ginsberg) MUSIM semi tahun 1981 menjadi sebuah

Potret kemiskinan dan kesenjangan di Jakarta. Kredit foto: New Mandala SYAHDAN, dalam satu riwayat, dikisahkan bahwa Nabi sedang duduk bersama sahabat-sahabatnya. Tiba-tiba, Nabi berkata pada

KALAU kita membaca sejarah perkembangan ekonomi, maka ia tidak pertama-tama berlangsung secara aman dan damai. Sejarah pembangunan ekonomi (ekspansi, eksploitasi, dan akumulasi), selalu diawali dengan

Kredit ilustrasi: es.123rf.com Kawan-kawan, RENTANG fluktuasi harga yang ekstrim baru-baru ini dan penurunan tajam di pasar saham AS, kembali menggarisbawahi ketidakstabilan kapitalisme. Seperti yang
[Tulisan di hadapan pembaca ini berasal dari era yang berbeda: masa muda. Ini adalah contoh dari tulisan yang dihasilkan dari ketidakmatangan, baik secara metodologis maupun teoretis. Di dalamnya, si penulis mencampur-adukkan Marxisme, anarkisme dan sentimen romantik Goenawan Mohamad. Maklum, ketika itu si penulis masih duduk di bangku SMA. Tulisan ini dibuatnya sebagai tugas mata pelajaran Sosiologi, sekitar tahun 2004 atau 2005. Judul aslinya adalah ‘Perlawanan Sistematik Atas Kezaliman Global’ dan berikut ini dimuat tanpa perubahan. Kalau ada nilai didaktis dari tulisan berikut ini bagi kita di masa kini, itu tak lebih sebagai contoh tulisan Kiri yang ruwet secara metodologis: ilustrasi dari moralisme, voluntarisme, humanisme universil, Bonoisme dan kebodohan yang bersembunyi di balik kesimpulan-kesimpulan paradoksal, lengkap dengan segala tetek-bengek ideologi ‘kelas menengah ngehe’ pada umumnya. Itulah saya—sembilan tahun yang lalu.]

Seperti mungkin sudah diketahui atau mungkin juga belum, penerbit Marjin Kiri yang saya kelola mengikuti perhelatan akbar tahunan Frankfurt Book Fair pada 8-12 Oktober 2014

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) SEMULA pada Jumat ini, saya telah menyiapkan tulisan yang mencoba mendiskusikan dan memproblematisir diskursus proletariat dan mustad’afin dalam tradisi

AKHIRNYA Jokowi terpilih memegang amanah menjadi presiden republik ini. Darinya ada harapan untuk wajah dan isi Indonesia yang baru, khususnya mengikis jejak-jejak Orde Baru. Rakyat

SEGERA setelah jilid pertama Das Kapital terbit pada 1867, Marx memulai kerja keras nan heroik menyusun jilid-jilid berikutnya yang kemungkinan setebal yang pertama. Dia kembali

Revolusi Polandia (1918-1920). Kredit ilustrasi: In Defence of Marxism Kawan-kawan, DALAM surat saya sebelumnya, saya menceritakan bagaimana pada bagian pertama dekade 1860an, perhatian Marx utamanya
Foto oleh Diah Wahyuningsih CERITAKAN PADAKU AKU BERDIRI, MEMANDANG LUAS NEGERI INI. TERSENTAK HATIKU MEMANDANG KERASNYA DENTUMAN ITU. TERSENTAK HATIKU MENDENGAR HALUS BISIKAN ITU. KAU

Aktivitas masyarakat Teluk Bintuni. Foto: I Ngurah Suryawan “…Pengakuan terhadap masyarakat adat tujuh suku di Kabupaten Teluk Bintuni sebenarnya merupakan tantangan tidak hanya kepada
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.