1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 147

Paling Sering Dibaca

Agar Tidak Seperti Sisyphus

LIPUTAN KHUSUS Jalan Panjang Menuju Persatuan KAMIS, 28 Januari 2010. Langit Jakarta, terang benderang. Matahari memancarkan sinarnya yang berkilau emas. Hidup menjadi bergairah, semua ingin

Serpihan-serpihan Tentang Tuhan di Macondo

SAYA pertama kali mengenal Gabriel Garcia Marquez dari Seratus Tahun Kesunyian. Novel ini memang dianggap sebagai salah satu karya terbaik Gabo, demikian ia biasa disapa.

Junta Militer Penindas HAM di Thailand

THAILAND kini sedang menderita dari akibat-akibat yang ditimbulkan oleh kudeta kedua dalam sepuluh tahun terakhir, di mana junta militer baru yang jelas arogan dan bodoh,

Dia Yang Datang Dari Jalan Berbeda

Menyambut Ultah Friedrich Engels PADA 28 November ini, Friedrich Engels tepat berusia 190 tahun. Sosok yang oleh Eleanor Marx, putri Karl Marx, dipanggilnya sebagai “Jenderal”

‘Jogja Ora Didol’: Bukan Cuma Mencari Haryadi

DENGAN peraturan itulah Raja bisa melakukan apa saja atas tanah di Yogyakarta. Misalnya, lahan proyek penambangan pasir besi di pesisir selatan Kulonprogo selalu diklaim berada di atas tanah Pakualaman. Padahal lahan tersebut kini merupakan areal pertanian yang sudah digarap petani sejak puluhan tahun lalu. Dengan klaim tanah Pakualaman, petani diminta untuk mengembalikan tanah tersebut meski sudah memiliki sertifikat resmi dari BPN.

Gol Yang Dicetak Boaz

  Timnas Hindia-Belanda di Rheims, Prancis (1938) Sumber ilustrasi: BBC   GOL. Eksekusi penalti sukses. Indonesia unggul 2-1. Lalu Boaz Salossa berlari ke arah tribun

Menimbang Politik Intervensi

DALAM ruang politik demokrasi Indonesia yang tersandera oleh kuasa oligarkhi, menawarkan tesis intervensi politik dengan memihak salah satu kekuatan politik yang tengah berkontestasi dalam proses

Korupsi, Sebuah Pembelajaran Akan Pentingnya Analisa Struktural

Iqra Anugrah, mahasiswa doktoral ilmu politik di Northern Illinois University

BELUM lama kita mendengar serangkaian kasus korupsi yang semakin menghangatkan suhu politik menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2014. Pertama-tama, Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaq (LHI) dinyatakan sebagai tersangka korupsi kasus impor daging sapi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tak lama sesudahnya, Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, yang dinyatakan sebagai tersangka korupsi oleh KPK dalam kasus proyek Hambalang. Tentu saja, dari sudut pandang normatif, ini merupakan suatu pertanda buruk dalam konsolidasi demokrasi di Indonesia. Tetapi untuk memahami permasalahan ini, sekaligus merumuskan sebuah solusi yang masuk akal, dibutuhkan lebih dari sekedar panggilan normatif. Kali ini, saya berargumen bahwa analisa struktural merupakan sebuah konsekuensi logis bagi kita untuk memahami persoalan korupsi dan politik Indonesia secara lebih baik dan mendalam.

Kembalinya Hari-hari Omong Kosong?

Sumber ilustrasi: sbs.com.au   PADA 19 Desember 2012, Park Geun-hye, putri diktator Korea Selatan Park Chung-hee, terpilih sebagai presiden. Park yang disokong partai beraliran konservatif

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.