
Agam Wispi: Tentang Menjadi Eksil, Puisi Eksil, dan Indonesia (Bagian 3 – Habis)
[3] Sastra Awang-Awang Teks di bawah ini transkrip wawancara Hersri Setiawan (HS) dengan Agam Wispi (AW) tentang soal-soal tersebut di atas, dan berbagai soal sekitar

[3] Sastra Awang-Awang Teks di bawah ini transkrip wawancara Hersri Setiawan (HS) dengan Agam Wispi (AW) tentang soal-soal tersebut di atas, dan berbagai soal sekitar

PADA tahun 1915 sampai dengan 1918, pada saat Perang Dunia I (PD I) berlangsung, pemerintah Turki secara sistematis membantai populasi Armenia yang ada di negara
MENDISKUSIKAN jurnalisme dan media masa memang sangat menarik. Entah mengenai keberpihakan jurnalis terhadap gerakan progresif seperti yang disampaikan dalam tulisannya “Jurnalisme dan Perjuangan menuju Sosialisme,” atau

IKLAN di media masa kolonial lucu-lucu. Sebuah iklan susu di tahun 1938 berbunyi, ‘Soesoe Tjap Nona Jang Paling Baik.’ Orang-orang Indonesia yang kini sudah dengan

Yang tak kelihatan dalam hajatan di desa-desa? Para ibu yang tak pernah keluar dari dapur sepanjang acara.
Mereka mengenang dua Ahmadi yang tewas dibunuh PADA pukul 7 malam Minggu, 5 Februari 2011, Roni Pasaroni bilang “mau ngojek” kepada Rahmawati. Anak mereka, Tati

ADA YANG bilang kalau Karl Marx tak pantas jadi panutan hidup. Gondrong rambutnya. Bahkan sampai sampai usia tua. Wajahnya tidak klimis. Penuh berewok dan kumis.
Belajar dari Pengalaman “Akbayan!” di Filipina PERJALANAN sejarah Akbayan (Partai Aksi Rakyat/Citizens’ Action Party) tak terpisahkan dengan kepeloporan Communist Party of the Philippines (CPP)
MENJELANG akhir tahun 2012 saya mendapat kabar baik dari banyak teman di dunia perbukuan. Akan banyak buku bagus terbit di tahun 2013. Faktanya memang begitu. 2013 bagi saya secara pribadi adalah tahun di mana buku tak pernah seramai dan semeriah ini dirayakan. Bertaburannya buku dan animo penulis yang melonjak bisa dibuktikan dengan mendatangi toko buku dan selalu ada buku yang baru. Facebook, twitter , blog dan portal-portal tulis-menulis diriuhkan dengan buku-buku dari penulis yang baru saja rilis. Ajang lomba penulisan dipenuhi oleh penulis baru. Ramai. Ramai sekali. Sepanjang tahun. Seperti ramainya poster-poster politisi yang ngebet ingin sekali diperhatikan di seluruh ruas jalan Indonesia. Tanpa terkecuali.
DALAM setiap aksi Kamisan di depan istana negara, Jakarta, Suciwati, istri almarhum Munir, selalu meneriakan slogan ‘Jangan diam!’ Teriakan Suciwati ini spontan disambut peserta aksi
Tambahan untuk Muslimin Abdilla EKONOMI kerakyatan merupakan konsepsi ekonomi yang digulirkan sejak era pra kemerdekaan sebagai antitesis ekonomi kolonialis-kapitalis. Makna kerakyatan di sini, menempatkan rakyat

SEWAKTU saya kecil sampai remaja awal, banyak yang konstan dalam hidup saya. Dua di antaranya adalah Presiden Republik Indonesia selalu Soeharto, sementara salah satu Ketua
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.