
Metabolisme Alam, Perkakas, dan Tenaga-kerja
Kredit foto: Bruce On Politics ‘KOMODITAS dan Uang’, ‘Transformasi Uang Menjadi Kapital’, dan ‘Produksi Nilai-Lebih Absolut’ adalah tiga bagian pertama dari Kapital Marx. Di

Kredit foto: Bruce On Politics ‘KOMODITAS dan Uang’, ‘Transformasi Uang Menjadi Kapital’, dan ‘Produksi Nilai-Lebih Absolut’ adalah tiga bagian pertama dari Kapital Marx. Di

KETIKA pada Juni 2015 lalu Mahkamah Agung Amerika Serikat membuat keputusan untuk melegalisasi perkawinan homoseksual di negara tersebut, terjadi euforia di kalangan aktivis gerakan hak-hak
BAGI warga desa terpencil di Kabupaten Nabire, Papua dan Wondama, Papua Barat, jadi pintar dan bekerja layak adalah bagian dari mimpi. Tak semua orang berhasil walau kesempatan terbentang. Warga membicarakan mimpi ini sambil mengunyah sirih dan pinang; sebagai bentuk ikatan mereka dari masa lampau.
Sejumlah perempuan, dengan mulut bergerak kiri kanan mengunyah pinang, dan bayi menggelendot di gendongannya melihat sulit menuju kehidupan cerah bila pasangan mereka bergaya barbar; mabuk, memukuli. Perempuan menyebutnya, laki-laki ringan tangan. Sebuah istilah yang tak beda dengan mulba..mulut ba air–berbicara tanpa bukti– yang ditujukan bagi politikus. Satu perempuan sedikitnya memiliki pengalaman minimal dipukuli 3 kali dalam hidup, baik oleh orangtua maupun oleh pasangannya. Lainnya, sebagian warga Papua, memiliki pengalaman lebih dari dua kali memilih pemimpin politik yang mulba.
Resensi Buku Judul buku: The GOD MARKET How Globalization Is Making India More Hindu Penulis: Meera Nanda Penerbit: Monthly Review Press, NY, 2011 Tebal: xxxix+237

“Marxisme adalah isi dada saya” (Soekarno) KITA sedang menghadapi satu situasi kontradiktif. Di satu sisi pemerintahan Indonesia di bawah kepemimpinan Joko Widodo, berusaha membuka fakta
“MUSLIM Power.” “Islam Is the Way.” “Muslim on Board.” Kata-kata semacam itu mulai tampak pada stiker atau aksesoris di bagian belakang mobil pada akhir tahun

Kredit ilustrasi: Putu Deoris PERHATIAN publik beberapa waktu lalu tertuju pada masalah privatisasi Pantai Pede di Manggarai Barat. Polemik Pede ini konon memanggungkan tiga

DEBAT soal populisme yang sedang berlangsung antara Ari A. Perdana dengan Muhammad Ridha, menarik untuk dikembangkan lebih lanjut. Dalam pandangan saya, sebenarnya tidak ada yang

SEBAGAI sebuah bangsa merdeka, adakah ironi yang lebih ironis ketika kita menyaksikan perlakuan para elit oligarki (militer, birokrasi, borjuasi, dan elit-elit parpol) Jakarta terhadap rakyat

DALAM jajaran bangsa-bangsa di dunia saat ini, Indonesia masih tergolong ke dalam kelompok negara Dunia Ketiga, atau tergolong ke dalam barisan negara berkembang. Dimana perkembangan

Berpisah kita berjuang, bersama kita memukul ( Semboyan Jerman) Ayo kawan, mari keluar Hati lebih keras dari lapar Genggamlah salam kata bergetar Solidaritas! Kuat-tegar-benar… (Agam

APA tugas dan peranan kaum pekerja “non-tradisional” – aktivis, organizer, intelektual, peneliti, dan bermacam rupa kelas menengah yang bersolidaritas – dalam kehidupan dan upaya-upaya kolektif
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.