1. Beranda
  2. /
  3. Harian Indoprogress
  4. /
  5. Page 166

Harian Indoprogress

Sejarah PNI merupakan kisah tentang kemungkinan-kemungkinan progresif yang berulang kali muncul dalam sejarah Indonesia, tetapi kemudian dihancurkan sebelum sempat meraih kemenangan.
Hanya kekuatan fisik dan massa yang mampu menciptakan disrupsi dan mengubah perimbangan kekuatan agar lebih berpihak pada rakyat pekerja.
Konflik agraria di Pancoran Buntu II merepresentasikan bentuk reforma agraria perkotaan dari bawah. Pendudukan lahan menjadi strategi politik masyarakat urban termarginalkan untuk memperjuangkan hak atas ruang hidup.
Sushovan Dhar memetakan sebab-sebab kelemahan gerakan rakyat, khususnya gerakan kiri saat ini, akibat agresi rezim kapitalisme-neoliberal selama empat dekade terakhir. Ia juga mengusulkan solusi buat kita untuk dapat membangun gerakan rakyat kuat di atas landasan perjuangan politik yang telah dilakukan selama ini.

Harian Indoprogress

Bank Selatan dan Solidaritas Bolivarian

Kredit foto: cambiopolitico.com   SEPTEMBER 2006. Havana, ibukota Kuba, tampak sibuk dari biasanya. Setiap pagi, bunyi sirene mobil polisi meraung-raung di jalanan kota. Saat itu,

Dinasti Neoliberal Cina

RONALD Wilson Reagan dan Deng Xiaoping (Teng Hsiao-p’ing), adalah dua kutub yang berbeda. Tentang ini, tak ada yang istimewa. Tetapi, siapa sangka jika keduanya punya

Paradoks Fleksibilitas Pasar Tenaga Kerja

Kredit foto: BURUH.CO   RASYIDI Bakri telah menulis perihal Revisi Undang-Undang (UU) No. 23 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dalam globalisasi. Tulisan ini akan menyoroti khusus

Nasionalisme: Siapa Takut?

Kredit foto: Duta Damai Muda   MENANGGAPI pro-kontra penggarapan ladang minyak Blok Cepu, Rizal Mallarangeng (“Blok Cepu, Mission Accomplished,” Tempo, 27/3/06), menulis dengan lantangnya bahwa

Buruh Dalam Cengkeraman Globalisasi

Kredit foto: kompasiana.com   ISU PERBURUHAN kembali menjadi berita hangat. Media Eropa ramai dengan berita perlawanan jutaan rakyat Perancis yang tumpah ruah di jalan menentang

Pemilu Lokal di Kuba

Fidel Castro sedang memberikan hak suaranya pada pemilu nasional/lokal Kuba, 2010. Kredit foto: Reuters/Ismael Fransisco/Cubadebate.Handout   BANYAK kalangan berpendapat, bahwa komunisme tidak mengenal kosakata demokrasi.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.