1. Beranda
  2. /
  3. Harian Indoprogress
  4. /
  5. Page 115

Harian Indoprogress

Lemahnya penyerapan tenaga kerja berubah menjadi persoalan kualitas lulusan, serta pekerjaan yang rentan berubah menjadi persoalan kemampuan individu untuk beradaptasi. Menyempitnya basis produktif ekonomi berubah menjadi persoalan perguruan tinggi yang dianggap usang.
Penderitaan yang meluas akibat kapitalisme menuntut kita untuk mengorganisir harapan melalui perjuangan kolektif; hanya dengan cara itulah kita dapat membangun masa depan di mana martabat manusia mengungguli motif keuntungan yang destruktif.
Menyempitnya ruang partisipasi dalam politik formal tidak seharusnya dipandang sebagai hambatan yang tidak dapat diatasi. Bagi gerakan perlawanan yang memiliki sumber daya dan jaringan yang memadai, tantangan tersebut justru menuntut upaya kolektif untuk membangun partai politik rakyat sekaligus menggalang konsolidasi yang lebih luas guna menolak regulasi yang membatasi partisipasi demokratis warga dalam arena politik formal.
Revolusi merupakan tindakan kolektif rakyat biasa untuk mengubah sistem yang menindas dan mengeksploitasi mereka, sekaligus membangun sistem baru yang membebaskan. Namun, sejarah juga menunjukkan bahwa setelah Revolusi Prancis, unsur-unsur rezim lama tidak sepenuhnya berhasil ditaklukkan.

Harian Indoprogress

Wasathiyyah Sebagai Jawaban: Catatan Atas Moderasi

TULISAN ini bertujuan untuk melanjutkan sekaligus menegaskan sikap wasathiyyah (moderasi), yang ditawarkan oleh Dendy Raditya Atmosuwito dalam tulisannya yang diterbitkan di IndoPROGRESS pada 10 Juni

Antara Islami Simbolik dan Islami Substantif

TULISAN ini lahir setelah melalui diskusi dengan teman saya Nias Phydra. Diskusi yang bermula ketika Maarif Institute merilis hasil penelitiannya tentang Indeks Kota Islami. Hasil

Orde Baru dan Budaya Anti Intelektual

Beberapa Catatan Untuk Coen Husain Pontoh   TULISAN ini dimaksudkan untuk menanggapi tulisan Coen Husain Pontoh berjudul Buta Huruf Marxisme yang dimuat di IndoPROGRESS pada

Kelas Pekerja dalam Menghadapi Footloose Capital

SAAT ini, paradigma neoliberalisme telah berkembang begitu luas dan menjadi aliran utama sistem perekonomian dunia seiring dengan perkembangan globalisasi. Globalisasi, dalam hal ini, bermakna peningkatan

Anti Komunisme yang Salah Arah

“Marxisme adalah isi dada saya” (Soekarno) KITA sedang menghadapi satu situasi kontradiktif. Di satu sisi pemerintahan Indonesia di bawah kepemimpinan Joko Widodo, berusaha membuka fakta

Siapakah Yang Sampah? Komunisme atau Fasisme?

Jawaban untuk Sastro Al-Ngatawi   “KAOEM IGAMA! Partij Komunis Indonesia tidak memoesoehi Igama jg. Bagaimanapoen bentoeknja. Djangan pertjaja kepada Provocatie dari imperialis-Belanda dan fascist Djepang”

Menentang Individualisasi Kasus Pemerkosaan

 Tanggapan Untuk Angga Septiano   DALAM tulisannya di Qureta.com berjudul “Kasus Pemerkosaan dan Peliknya Cara Berpikir Masyarakat”, Angga membahas perihal kasus pemerkosaan yang menimpa Yuyun

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.