
Iman Di Tengah Kesenjangan Nasib: Memamerkan “Tuhan”
DI ERA media sosial saat ini, banyak orang berlomba-lomba mengeksibisikan beragam lapisan kehidupannya. Kita bisa menemukan berbagai kiriman status dan foto, dari yang menunjukkan perasaan
HomeHarian Indoprogress

DI ERA media sosial saat ini, banyak orang berlomba-lomba mengeksibisikan beragam lapisan kehidupannya. Kita bisa menemukan berbagai kiriman status dan foto, dari yang menunjukkan perasaan

PADA bagian awal Dunia Sophie. Sebuah Novel Filsafat (1996), Jostein Gaarder menampilkan sosok Sophie kecil yang penasaran akan surat-surat salah kaprah nan misterius yang hinggap

LAYAKNYA sebagian besar anak muda di negeri ini, saya dididik untuk menjadi pemuda yang nasionalis—kalau bukan fasis, malah. Saya dilatih untuk mencintai Indonesia, mengagungkan sejarahnya,

SEMULA saya telah menyusun rancangan editorial dengan tema yang lain, tetapi perkembangan peristiwa yang menarik terjadi pada akhir pekan ini. Pada hari Sabtu, 27 Februari

DALAM artikel Muhammad Ridha[1] yang membahas ihwal kelanjutan diskursus kelas menengah menciptakan satu kesimpulan menarik, bahwa sesungguhnya kelas menengah Indonesia merupakan konstruksi politik dari paham

Beberapa Catatan Kritis SALAH satu alasan kesuksesan Jokowi, menurut kami, adalah kekaburan ideologi, atau tidak nampaknya idelogi yang dia anut. Itu mungkin rahasia kesuksesan

“Kita sebetulnya lebih memperdulikan orang-orang Papua, atau Sumber Daya Alamnya?” –Viktor Mambor, Redaktur Jubi PAPUA semakin sering dibicarakan. Tetapi hanya bahan mainan, tanpa kesungguhan

Sedikit Tambahan Untuk Bonnie Setiawan SAYA tertarik dengan tulisan Bonnie Setiawan mengenai berpindahnya aset dan lahan desa kepada pemodal. Penulis memberi judul tulisannya Bagaimana

SIAPA yang tak kenal Robert Nesta “Bob” Marley? Tapi mungkin tak banyak yang tahu kalau legenda musik reggae yang mashyur itu lahir dari rahim seorang

Mengenang Ellen Meiksins Wood SEBAGAI orang yang tidak punya properti, bekerja pun serabutan, mudah bagi saya untuk menerima bahwa kapitalisme memang keparat. Namun, mengapa
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.