1. Beranda
  2. /
  3. Harian Indoprogress
  4. /
  5. Page 115

Harian Indoprogress

Dorongan anti-imperialisme sebenarnya telah lama berlangsung. Namun dalam beberapa tahun terakhir, ia semakin menimbulkan kekhawatiran di kalangan Barat akibat berbagai perubahan dan dinamika geopolitik yang muncul.
Represi politik menghalangi perubahan dari dalam; sanksi menutup pintu terhadap dunia luar. Keduanya bersama-sama menyempitkan ruang gerak rakyat sebagai pelaku sejarah.
Kontrol negara atas tanah dan sumber daya alam tidak dapat dipahami sepenuhnya sebagai residu kolonialisme. Dalam konfigurasi ekonomi-politik saat ini, hukum yang menopang kontrol negara tersebut kerap berfungsi untuk melayani jaringan oligarki lokal dan nasional.
Dalam tradisi politik Syiah, kematian di tangan musuh memiliki makna yang sangat khusus. Karbala dan gugurnya Imam Hussain bukan sekadar kisah sejarah—keduanya adalah bahasa hidup yang terus membentuk kesadaran politik dan keagamaan, di mana menderita karena kezaliman justru melahirkan kewibawaan moral.

Harian Indoprogress

Keberadaan Kelas Menengah dan Borjuis Kecil

Tanggapan untuk Kresna Herka Sasongko   Pendahuluan JIKA Anda diminta untuk membedakan antara Harimau Sumatera dan Harimau Siberia, saya yakin Anda akan dengan mudah melakukannya.

Perempuan paska Wasior Berdarah

Kekuatan di balik kepungan konsesi dan stigma Malam itu kunang-kunang tak berpendar riuh di pepohonan angin laut bawa kabar buruk pada manusia-manusia daratan di penghujung

Bung Karno dan Marxisme

SALAH satu perbedaan paling mencolok antara Bung Karno dengan para politisi saat ini, adalah penguasaannya yang mendalam akan teori-teori sosial-politik. Ia bukan politisi karbitan, atau

Bung Karno dan Bahaya Pemfosilan

TIDAK lama setelah Bung Karno meninggal, saya terima surat dari seorang teman. Teman ini sangat marah kepada si Pemimpin Besar Revolusi. Ia ikut aktif dalam

Sukarno Itu Kiri Marxis

SEPEKAN belakangan ini ramai pemberitaan mengenai pelarangan BelokKiri.Fest, sebuah festival untuk merayakan gerakan kiri di Indonesia. Sebabnya, tentu saja, karena penggunaan nama “Kiri” dalam acara

Festival Belok Kiri Dan Kedegilan

PADA bagian awal Dunia Sophie. Sebuah Novel Filsafat (1996), Jostein Gaarder menampilkan sosok Sophie kecil yang penasaran akan surat-surat salah kaprah nan misterius yang hinggap

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.