1. Beranda
  2. /
  3. Harian Indoprogress
  4. /
  5. Page 112

Harian Indoprogress

Modernitas membuat kehidupan bergerak semakin cepat, sementara kemampuan manusia untuk benar-benar mengalami hidup justru semakin menipis. Teknologi menghadirkan koneksi tanpa henti, tetapi pada saat yang sama banyak orang merasa semakin jauh dari dirinya sendiri.
Lemahnya penyerapan tenaga kerja berubah menjadi persoalan kualitas lulusan, serta pekerjaan yang rentan berubah menjadi persoalan kemampuan individu untuk beradaptasi. Menyempitnya basis produktif ekonomi berubah menjadi persoalan perguruan tinggi yang dianggap usang.
Penderitaan yang meluas akibat kapitalisme menuntut kita untuk mengorganisir harapan melalui perjuangan kolektif; hanya dengan cara itulah kita dapat membangun masa depan di mana martabat manusia mengungguli motif keuntungan yang destruktif.
Menyempitnya ruang partisipasi dalam politik formal tidak seharusnya dipandang sebagai hambatan yang tidak dapat diatasi. Bagi gerakan perlawanan yang memiliki sumber daya dan jaringan yang memadai, tantangan tersebut justru menuntut upaya kolektif untuk membangun partai politik rakyat sekaligus menggalang konsolidasi yang lebih luas guna menolak regulasi yang membatasi partisipasi demokratis warga dalam arena politik formal.

Harian Indoprogress

Jejak Solidaritas Warga Bukit Duri

TAK BANYAK yang tahu bahwa di balik kehidupan sederhana mereka di pinggir Kali Ciliwung, ada rasa solidaritas yang sangat kuat dari warga Bukit Duri ke

Nawacita dan Pengangguran Kaum Muda

MENDEKATI satu tahun implementasi ASEAN Economic Comunity (AEC) yang diprediksi akan menciptakan 1,9 juta lapangan kerja baru pada tahap awal pelaksanaannya di Indonesia, negara ini

Akhir dari Keluguan Teologi

PERTAMA-TAMA, izinkanlah saya bercerita. Peristiwanya tiga tahun lalu. Saat itu, saya baru saja menyelesaikan studi teologi, kemudian ditugaskan untuk melayani di sebuah Gereja di Jakarta.

Kejahatan 1965: Hostis Humanis Generis

REFORMASI 1998 telah membawa gugatan untuk dipenuhinya keadilan bagi korban peristiwa 1965 atas semua kejahatan kemanusiaan yang telah dilakukan pemerintah Orde Baru selama berkuasa. Oleh

Jangan Lelah pada Kebenaran

Untuk Cak Munir (1965-2004) yang dibunuh, tapi tak pernah mati dan tak akan berhenti dan diingat dari September ke September   Pendahuluan Dalam sebuah edisi

Militerisasi Ekonomi

KALAU kita membaca sejarah perkembangan ekonomi, maka ia tidak pertama-tama berlangsung secara aman dan damai. Sejarah pembangunan ekonomi (ekspansi, eksploitasi, dan akumulasi), selalu diawali dengan

Tuhan Yang Dikenal Kartini

MENDEDAH Kartini dari sisi sosial dalam perjuangan emansipasi wanitanya, sudah begitu umum. Ini wajar karena berkat itulah, ia diangkat sebagai Pahlawan Nasional dalam Kepres RI

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.