1. Beranda
  2. /
  3. Harian Indoprogress
  4. /
  5. Page 112

Harian Indoprogress

Jika kapitalisme negara adalah konjungtur, siapa yang menanggung beban dan siapa yang mampu memaksa? Di mana selektivitas negara sedang terbuka untuk ditembus, dan di mana ia tertutup?
Setelah resistensi dari bawah masuk ke dalam hubungan sebab-akibat, konsep reorganisasi kekuasaan membuka kemungkinan menyingkap perbedaan antara kemampuan rakyat memaksa penguasa mengubah tindakannya alias perlawanan dan kemampuan rakyat mereorganisasi kekuasaan.
Jalan menuju pembangunan sosial demokratik harus dimulai ketika pemerintahan sayap kiri atau pemerintahan progresif berkuasa.
Problem periodisasi yang memotong sejarah pada 1965 berlanjut menjadi bias ruang dan bentuk kekuasaan.

Harian Indoprogress

Apologi seorang “Takfiri”

Kredit ilustrasi: Andreas Iswinarto (Kerja Pembebasan) Tanggapan Untuk Dendy Raditya Atmosuwito   “A theory gains in strength as it attracts the masses” – Karl Marx,

Memperdagangkan Infrastruktur

Kredit ilustrasi: katadata.co.id   DI TENGAH hilanganya kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melakukan ekspansi belanja akibat membengkaknya defisit keseimbangan primer, pemerintah menempuh berbagai

Kekerasan Sipil dan Kekuasaan Negara

KEBERADAAN kelompok-kelompok sipil yang dapat menggunakan kekerasan secara ‘sahih’ di luar aparatus represif negara serta maraknya aksi-aksi intimidasi dan kekerasan oleh kelompok tersebut (vigilantisme), kerap

Bara Api di Arakan: Politik Kewarganegaraan

Kredit foto: http://thevoiceofrohingya.blogspot.com   5 DESEMBER 2016, sekitar 300 orang melakukan demonstrasi di pusat kota Maungdaw. Protes yang sama juga terjadi di Buthidaung, Minbyar dan

Kisah Lubang Tambang dan Absennya Negara

Kredit gambar: Jatam, Kaltim   RENTETAN peristiwa kelam nan menggenaskan dari berbagai pelosok negeri akibat gempuran industri ekstraktif, sudah seringkali kita dengar dan saksikan bersama.

Kiri Takfiri

Kredit ilustrasi: www.pinterest.com   AKSI Bela Islam Super Damai tanggal 2 Desember 2016 kemarin, atau yang lebih populer disebut dengan aksi 212, punya dimensi menarik

Ambisi Jokowi dan Defisit Keseimbangan Primer

KETIKA menerima tongkat estafet kepemimpinan nasional, Jokowi mewarisi APBN dalam kondisi yang sakit yaitu berupa penyempitan ruang fiskal, sehingga tidak memungkinkan baginya untuk segera mengeksekusi

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.