
10 Mitos tentang Kepemimpinan Prabowo
1. Tidak mungkin kediktatoran kembali di Indonesia. Kita memiliki demokrasi yang kuat selama 16 tahun era reformasi. Tentu kita tidak akan kembali ke masa Orde
HomeAnalisis

1. Tidak mungkin kediktatoran kembali di Indonesia. Kita memiliki demokrasi yang kuat selama 16 tahun era reformasi. Tentu kita tidak akan kembali ke masa Orde

Yayasan Arsari Djojohadikusumo milik politikus Gerindra Hashim Djojohadikusumo membayar sebanyak U$660,000.00 kepada sebuah perusahaan lobbying di Washington. Apa yang mereka lobby? Berbeda dengan retorika Gerindra

MANTAN orang kuat dalam militer kini mencalonkan diri menjadi presiden Indonesia. Prabowo Subianto, jendral yang pernah dilatih Amerika Serikat, menjadi tersangka berbagai tuduhan pelanggaran HAM

PEMILIHAN Umum Presiden pada 9 Juli 2014 tidak hanya menentukan pemerintah pengganti Susilo Bambang Yudhoyono, juga menentukan takdir demokrasi Indonesia. Selama lima belas tahun terakhir,

PADA bulan Mei 1998, Indonesia diguncang kerusuhan. Kekerasan berlatar perbedaan ras berkobar di seantero negeri, terutama di Medan dan Sumatra Utara. Kerusuhan-kerusuhan yang banyak menagih

Tahun 1990, Gubernur Timor Timur Mário Viegas Carrascalão, meminta Panglima ABRI Jendral Try Sutrisno untuk menarik Mayor Prabowo Subianto dan pasukannya dari Timor Timur. Namun

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh KEPADA Bapak Prabowo Subianto Yang Saya Hormati, Pertama-tama, ijinkanlah saya memperkenalkan diri. Saya Airlangga Pribadi Kusman, salah satu putra bangsa Indonesia yang

Menjelang Ramadhan, kali ini kita kurangi sedikit teori dan perbanyak refleksi PEMILU presiden (Pilpres) 2014 betul-betul menyedot perhatian banyak orang. Setidaknya, di berbagai media, lini

TIDAKada orang yang dianggap paling bedebah dalam sejarah politik modern Amerika selain Harvey LeRoy ‘Lee’ Atwater. Dia adalah ahli strategi, tukang plintir (spin doctor) nomor

MARI mulai bicara pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dengan bicara soal negara lebih dulu. Ada sejuta narasi soal negara. Dahulu, ketika kita masih unyu –
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.