
Bagi Aliansi Politik-Bisnis, Buruh adalah Penghambat Investasi
Bagi aliansi politik-bisnis yang dominan, yang menghambat investasi bukan korupsi, melainkan buruh!

Bagi aliansi politik-bisnis yang dominan, yang menghambat investasi bukan korupsi, melainkan buruh!

KAMARKU MALAM INI penuh dengan nada-nada tiupan suling dan petikan gitar yang berbunyi tanpa jeda bahkan terus mengisi sudut-sudut di ruang kosong. Lengkingan suling

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) Hai orang-orang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) TANGGAL 1 Juni kemarin, kita memperingati hari kelahiran Pancasila. Banyak yang membicarakan mengenai Pancasila. Yang paling ramai, setahu saya,

Ilustrasi gambar oleh Yayak Yatmaka DALAM pertemuannya dengan Joko Widodo, presiden Indonesia yang diterimanya di ruang kerjanya, Oval Office, minggu yang lalu, saya melihat

Mitrardi Sangkoyo, anggota serikat mahasiswa progresif (SEMAR) UI dan mahasiswa ilmu politik UI Judul Buku: Economic Valuation of Nature: The Price to Pay
Dari mana Indonesia muncul? Ia tidak datang dari imperium Majapahit, tetapi ia juga tidak muncul begitu saja dari realpolitik internasional pada awal abad XX. Ia

PADA hari perayaan kemerdekaan tahun ini, di sebuah pojok dinding dekat perempatan jalan sekitar pinggiran selatan perbatasan Jakarta, terpajang sebuah spanduk coretan pylox bertuliskan “Tak
Bagi Marley, di antara lagu dan liriknya, yang terpenting adalah liriknya. Musiknya adalah musik rakyat, yang membawa pesan tentang sejarah rakyat, serta cerita-cerita lain yang tidak diajarkan di bangku sekolah. Namun ‘One Drop’ masih menyimpan tendensi messianisme. Baiklah kita membacanya dalam kerangka Walter Benjamin; messianisme atau Keselamatan tak bisa diharapkan dari hal yang ada di luar diri manusia—dari sesuatu yang Ilahiah. Ia harus diusahakan sekarang dan di sini oleh manusia itu sendiri. Tentu, ini berarti mengesampingkan kepercayaan Marley terhadap Jah Rastafari dan Haile Sellasie yang sedikit banyak merasuki lirik-lirik gubahannya. Pasalnya, ketika lagu itu dibaca dalam kerangka ‘messianisme minus penantian’ yang demikian, ia justru menjadi lagu yang lebih mendorong dan lebih membakar, lebih revolusioner—kalau boleh dikatakan demikian.
Kisah Umi Sarjono, yang keluar masuk penjara di masa revolusi kemerdekaan. Memimpin organisasi perempuan terbesar. Meninggal dalam sunyi, di usia 87.

AKU adalah seorang buruh pabrik tekstil di Barmen, Jerman. Aku hidup ketika feodalisme di Eropa mulai terkikis. Ketika itu, pembangunan mulai terpusat di kota-kota besar.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.