1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 90

Paling Sering Dibaca

Tantangan Arsitektur Partisipatoris

Foto Rumah Contoh di Kampung Tongkol Catatan Diskusi Arsitektur Partisipatoris di Ruang Gerilya, Bandung, 11 November 2016   PADA akhir tahun 2015 dan awal 2016,

Indonesia Setelah Romo Mangun*

LAYAKNYA sebagian besar anak muda di negeri ini, saya dididik untuk menjadi pemuda yang nasionalis—kalau bukan fasis, malah. Saya dilatih untuk mencintai Indonesia, mengagungkan sejarahnya,

‘ONE DROP’

Bagi Marley, di antara lagu dan liriknya, yang terpenting adalah liriknya. Musiknya adalah musik rakyat, yang membawa pesan tentang sejarah rakyat, serta cerita-cerita lain yang tidak diajarkan di bangku sekolah. Namun ‘One Drop’ masih menyimpan tendensi messianisme. Baiklah kita membacanya dalam kerangka Walter Benjamin; messianisme atau Keselamatan tak bisa diharapkan dari hal yang ada di luar diri manusia—dari sesuatu yang Ilahiah. Ia harus diusahakan sekarang dan di sini oleh manusia itu sendiri. Tentu, ini berarti mengesampingkan kepercayaan Marley terhadap Jah Rastafari dan Haile Sellasie yang sedikit banyak merasuki lirik-lirik gubahannya. Pasalnya, ketika lagu itu dibaca dalam kerangka ‘messianisme minus penantian’ yang demikian, ia justru menjadi lagu yang lebih mendorong dan lebih membakar, lebih revolusioner—kalau boleh dikatakan demikian.

Relevansi Teori Imperialisme

ANALISA EKONOMI POLITIK DI PENGHUJUNG dekade yang sebentar lagi berlalu ini, terjadi dua peristiwa global penting berhubungan dengan negeri adidaya di bumi, Amerika Serikat (AS).

Menyibak Tirai Sejarah PKI

RESENSI BUKU Judul buku: Kemunculan Komunisme Indonesia Penulis      : Ruth T. McVey Penerbit     : Komunitas Bambu, 2010 Tebal      

#LoveWins

Tidak ada yang namanya homofobia. Itu bukan jenis fobia. Mereka tidak takut. Mereka benci. Dan kebencian terhadap homoseksualitas bukan phobia. Itu kejahatan. BEBERAPA hari ini

Memenjarakan Solidaritas: Kisah Tiga Tapol Papua

Penangkapan ini adalah bentuk nyata ketidakadilan. Penggunaan pasal makar adalah cara ugal-ugalan untuk menghukum orang yang menyampaikan aspirasi dalam negara demokrasi. Belum lagi di penjara mereka diremehkan, disepelekan, diintimidasi, serta dianggap jorok dan bau. Namun toh kekuatan dan harapan mendapatkan keadilan tetap ada dan berlipat ganda.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.