1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 69

Paling Sering Dibaca

Grundrisse dan Krisis Kapitalisme

Menurut Martin Nicolaus – penerjemah karya Marx yang mendahului Capital, Grundrisse – pernyataan Lenin mengenai kesulitan membaca Capital itu, karena saat itu Grundrisse belum diterbitkan. Grundrisse sendiri lebih banyak berbicara tentang metode. Maka, menurut Nicolaus, dengan meminjam aforisme Lenin, untuk bisa memahami Capital yang tebalnya 4.000 halaman itu secara menyeluruh, kita pertama-tama mesti memahami dulu 800 halaman Grundrisse dan 1.000 halaman Logic. ‘Membaca Grundrisse dengan baik adalah cara terbaik untuk memahami Logic, dan selanjutnya untuk membaca Capital. Atau dengan kata lain, akan sangat sulit untuk bisa memahami relevansi keberadaan Logic bagi Capital tanpa pertama-tama membaca secara menyeluruh Grundrisse (Nicolaus, 1993:60). Padahal, membaca Grundrisse sendiri bukan pekerjaan mudah, apalagi membaca Logic-nya Hegel.

Biarkan Saja Kami Menanam Jagung

“SAMPAI nanti ketika hujan tak lagi meneteskan duka meretas luka sampai hujan memulihkan luka”. Begitulah sepengenggal lirik lagu Efek Rumah Kaca berjudul Desember. Beberapa minggu

Lenin, PKS dan Realisme

Kritik atas Kritik Ted Sprague atas Ragil Nugroho DALAM tulisannya, PKS dan Lenin, Ragil Nugroho mengangkat sebuah wacana yang mengagetkan bagi sebagian aktivis-pemikir Marxis. Ia

Konsepsi tentang Kota: Sebuah Pengantar

Kredit foto: unitedgank007.blogspot.com DISKUSI mengenai perkotaan pada dasarnya dimulai dari perbincangan mengenai konsep ‘ruang’ (space) dan ‘tempat’ (place), sebagai dua cara untuk melihat pergerakan objek

Jawaban Untuk Martin – Bagian Pertama

SAYA mengenal nama Ivan pertama kalinya dari P.K. Ojong, wartawan majalah Star Weekly (kemudian pendiri Kompas) yang di tahun-tahun ‘Demokrasi Terpimpin’ dibungkam oleh penguasa. Bagaimana kedua orang itu buat pertama kalinya berhubungan, tak jelas bagi saya; sangat mungkin Ojong menghubungi Kats untuk memperoleh buku-buku yang terbit di Eropa Barat.

Jagus Dan Hilangnya Kedaulatan Pangan Kita

Jagus (duduk) bersama istri dan anak-anaknya   INDONESIA, 1963. Negara berada dalam situasi krisis pangan. Menurut catatan-catatan Dinas Pertanian Rakjat Djawa Timur, komposisi dan manifestasi

Euforia Soft Skill

Kredit ilustrasi: Porter and Chester Institute   DI KALANGAN pro-pekerja, setidaknya belum satupun saya temukan komentar bernada positif terhadap laporan tahunan Bank Dunia, World Development

Pandemi Covid-19 dan Ketahanan Sosial Masyarakat Pedesaan Bengkulu

Jika dilihat dari pola perekonomiannya, orientasi ekonomi masyarakat desa Topos masih terpengaruh oleh prinsip-prinsip ekonomi kolektif berdasarkan rules of common property. Dalam praktiknya, ini berarti semua aktivitas produksi, konsumsi dan distribusi ditetapkan serta diatur seluruhnya oleh dan dari keluarga serta anggotanya sendiri. Hasilnya, tidak ada monopoli komoditi dan setiap orang dapat memperoleh manfaat dan pendapatan tanpa merugikan pihak lain.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.