Perang Tanah: Wajah Baru Neoliberalisme di Sektor Pangan dan Energi
Ilustrasi gambar diambil dari wordpress.clarku.edu TAHUN 2015 lalu, Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat ada 5 orang yang tewas, 39 orang menjadi korban penembakan, 124
Ilustrasi gambar diambil dari wordpress.clarku.edu TAHUN 2015 lalu, Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat ada 5 orang yang tewas, 39 orang menjadi korban penembakan, 124

LAYAKNYA Berto Tukan yang kebingungan menulis pengantar rubrik kliping edisi lalu, saya hampir mati kutu mencari ide membuka tulisan ini. Beruntung saya sempat mengintip timeline Instragram

Kredit ilustrasi: Wiji Thukul pages SECARA perlahan kehidupan sebuah negeri dapat berubah dari periode otoriter ke demokratis. Hampir semua orang kemudian berbicara tentang pentingnya

Menurut Martin Nicolaus – penerjemah karya Marx yang mendahului Capital, Grundrisse – pernyataan Lenin mengenai kesulitan membaca Capital itu, karena saat itu Grundrisse belum diterbitkan. Grundrisse sendiri lebih banyak berbicara tentang metode. Maka, menurut Nicolaus, dengan meminjam aforisme Lenin, untuk bisa memahami Capital yang tebalnya 4.000 halaman itu secara menyeluruh, kita pertama-tama mesti memahami dulu 800 halaman Grundrisse dan 1.000 halaman Logic. ‘Membaca Grundrisse dengan baik adalah cara terbaik untuk memahami Logic, dan selanjutnya untuk membaca Capital. Atau dengan kata lain, akan sangat sulit untuk bisa memahami relevansi keberadaan Logic bagi Capital tanpa pertama-tama membaca secara menyeluruh Grundrisse (Nicolaus, 1993:60). Padahal, membaca Grundrisse sendiri bukan pekerjaan mudah, apalagi membaca Logic-nya Hegel.
Kritik atas Kritik Ted Sprague atas Ragil Nugroho DALAM tulisannya, PKS dan Lenin, Ragil Nugroho mengangkat sebuah wacana yang mengagetkan bagi sebagian aktivis-pemikir Marxis. Ia
SEKITAR awal tahun 1970. Entah mengapa periode itu yang mampir dalam ingatan saya. Saya masih lima tahunan ketika itu. Tapi saya ingat pesawat terbang capung

Kekuatan di balik kepungan konsesi dan stigma Malam itu kunang-kunang tak berpendar riuh di pepohonan angin laut bawa kabar buruk pada manusia-manusia daratan di penghujung
SAYA mengenal nama Ivan pertama kalinya dari P.K. Ojong, wartawan majalah Star Weekly (kemudian pendiri Kompas) yang di tahun-tahun ‘Demokrasi Terpimpin’ dibungkam oleh penguasa. Bagaimana kedua orang itu buat pertama kalinya berhubungan, tak jelas bagi saya; sangat mungkin Ojong menghubungi Kats untuk memperoleh buku-buku yang terbit di Eropa Barat.

SUDAH sejak jaman Orde Baru, Indonesia memiliki hari nasional yang dirayakan dua hari berturut-turut, yakni 30 September dan 1 Oktober. Tanggal 30 September diperingati sebagai

REFORMASI 1998 telah membawa gugatan untuk dipenuhinya keadilan bagi korban peristiwa 1965 atas semua kejahatan kemanusiaan yang telah dilakukan pemerintah Orde Baru selama berkuasa. Oleh

Kredit foto: unitedgank007.blogspot.com DISKUSI mengenai perkotaan pada dasarnya dimulai dari perbincangan mengenai konsep ‘ruang’ (space) dan ‘tempat’ (place), sebagai dua cara untuk melihat pergerakan objek

Jagus (duduk) bersama istri dan anak-anaknya INDONESIA, 1963. Negara berada dalam situasi krisis pangan. Menurut catatan-catatan Dinas Pertanian Rakjat Djawa Timur, komposisi dan manifestasi
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.