1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 42

Paling Sering Dibaca

‘Penemuan Kembali Marxisme Kita’

BERBICARA soal Marxisme di Indonesia itu susah. Perkaranya bukan semata bahwa ada larangan legal terhadap penyebarluasan Marxisme, tetapi juga—dan terutama—karena kita kerapkali gagal memilah konteks

Tragedi 1965?

Menyebut peristiwa pembantaian 1965 sebagai tragedi, sama artinya dengan menutupi kenyataan sejarah

Demokrasi Tidak Dengan Sendirinya “Demokratis”

Kredit ilustrasi: thedemocraticview.com 21 TAHUN setelah Indonesia mengadopsi demokrasi, aspirasi warga negara kebanyakan untuk kesetaraan dan kesejahteraan umum masih sulit untuk tercapai. Tidak jauh dari

Sekolah Katolik dan Dilema Biaya*

Seminari Pius XII Kisol (disingkat Sanpio). Kredit foto: labok Tanggapan untuk Silvano Keo Bhaghi dan Emilianus Yakob Sese Tolo TULISAN Silvano Keo Bhaghi di IndoPROGRESS

Gus Dur dan Marxisme-Leninisme

/1/Perjumpaan Gus Dur dengan Marxisme-Leninisme PERJUMPAAN Gus Dur dengan Marxisme, bisa kita baca dalam biografi yang ditulis oleh Greg Barton. Sebagaimana pengakuannya sendiri ketika remaja

Masih Muda Aja, Main Netral

Sejujurnya, proyek wawancara ini awalnya sebuah proyek coba-coba belaka. Perkaranya, narasumber yang kami sasar kali ini tengah gencar-gencarnya dimintai pendapat tentang pemberlakukan jam malam di Bandung plus penerapannya yang sedang rakus makan korban. Sementara itu, di benak kami, yang hendak kami tanyakan (baca: diskusikan) sekilas jauh hubungannya dengan penerapan jam malam di Bandung. Malah, kami datang dengan tema yang sepintas garing, youth movement A.K.A. gerakan anak muda.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.