1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 219

Paling Sering Dibaca

Fenomena Jokowi dan Konstelasi Politik 2014

MENJELANG musim pemilu suhu politik di tanah air semakin menghangat. Pasca pencalonan resmi Jokowi sebagai calon presiden (capres) dari PDIP, konstelasi politik terutama di antara

Radikalisasi Demokrasi

Setelah lebih dari dua dekade masa transisi demokrasi, apakah demokrasi semakin terkonsolidasi di negara-negara yang menjalani masa transisi? Lebih banyak jawaban pesimis yang muncul, ketimbang

Preman Ekonomi Di balik UUPM

Ketika mayoritas fraksi di DPR RI, menyetujui Rancangan Undang Undang Penanaman Modal (RUUPM) menjadi Undang Undang Penanaman Modal (UUPM) pada akhir Maret lalu, sebenarnya yang

Melampaui Kasus Bank Century

ANALISA EKONOMI POLITIK KASUS Bank Century benar-benar membius semua orang. Para komentator mendiskusikannya di bawah judul besar: Korupsi, penyalahgunaan jabatan/wewenang, atau di sekitar itu. Warga kebanyakan mengikuti

Antara Romo dan Sulastomo

Tentang Korban G30S dan Permintaan Maaf ‘DENGAN  minta maaf kita akan dibebaskan dari sisa kebencian dan dendam warisan pemerintahan Soeharto,’ demikian seruan Franz Magnis-Suseno SJ,

NKRI Harga Korporasi

Massa rakyat Papua menduduki Perumnas III, Waena (Foto: Arnold Belau/SP)   LUPAKAN saja Dian Sastro. Dia kurang penting. Ada dua peristiwa besar minggu ini yang

Tragedi Ruyati dalam Pusaran Relasi Sosial Kapitalisme

HUKUMAN pancung yang dilakukan pemerintahan Kerajaan Arab Saudi terhadap Ruyati binti Sapubi, telah menggetarkan dan menghentakkan sentimen kemanusiaan kita semua. Hukuman penggal kepala itu, membuat kita marah, sedih, sekaligus malu bahwa sebagai bangsa kita tak bisa berbuat apa-apa untuk menghentikan atau membatalkan keputusan barbar tersebut.

Tetapi kalau kita cermati lebih jernih dan teliti, di sekeliling kita sedang terjadi sebuah proses sosial yang membuat kasus yang dialami Ruyati, bukanlah kejadian tragis terakhir. Di depan mata kita saat ini, terjadi kontradiksi antara kebijakan kenaikan anggaran pendidikan 20 persen, privatisasi kampus yang memaksa orang miskin sulit, atau bahkan, hampir mustahil untuk mendapat akses pendidikan tinggi. Pada ranah lainnya, negeri ini telah ‘digoreng’ sedemikian rupa untuk menjadi tempat yang ramah bagi investasi asing, dengan menekan upah buruh sedemikian rupa hingga kaum borjuis dapat menghisap dan mengakumulasi kapital dengan nyaman. Di arena politik formal, para politisi yang berumah di Senayan, Istana Merdeka dan pusat-pusat kekuasaan, berpesta pora menjarah uang rakyat. Di sektor pertanian, dengan dalih menekan harga bagi konsumen, liberalisasi pangan dibuka seluas-luasnya sehingga daya tahan kaum marhaen akhirnya hancur.

Asap Kapitalistik

“The primary cause of environmental degradation is human disturbance” (Jared Skye, Environmental Science). JARED Skye itu siapa? Bukan siapa-siapa sih. Saya asal comot saja pernyataan

Selamat Tahun Baru, (Gubernur) Jakarta!

APAKAH akan ada tahun yang benar-benar baru bagi Jakarta dan warganya? Tahun 2016 akan sarat dengan kontes gagasan menuju pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017. Jakarta

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.