1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 214

Paling Sering Dibaca

Salvador Allende

NAMANYA panjang: Salvador Isabelino del Sagrado Corazón de Jesús Allende Gossens. Ia satu-satunya yang bisa memenangkan sosialisme hanya dengan bermain catur. Hebatnya, sejak pertamakali membacakan

Belajar Dari Sandinista di Nikaragua (Bagian 2)

FSLN (The Sandinista National Liberation Front/Front Pembebasan Nasional Sandinista), semula adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh sekelompok aktivis mahasiswa yang berbasis di Universitas Nasional Otonom

Pulau Arwah

AIR pasang tampak jelas dari tempatnya menopang dagu. Laut sedang bergejolak. Gelombang demi gelombang menyeret sekoci para nelayan di tepian dermaga. Seseorang yang dinanti sepenjuru

Yang Berbeda dan Jalan Pembebasan

SEORANG gadis berjilbab menyembunyikan sebuah buku di balik kain jilbabnya. Dia menyusuri rak buku yang memenuhi ruangan. Berjalan menuju mesin elektronik yang digunakan untuk meminjam

KPK Sebagai Tapal Batas

BERITA itu tak disangka isinya. Bambang Widjajanto ditangkap. Saat mengantar anaknya sekolah. Polisi gunakan senjata dan borgol. Wakil ketua KPK itu dijebloskan dalam mobil. Polisi

Gerakan Sosial Digital

SEKALI lagi kita menyaksikan kekuatan gerakan massa. Kali ini, gerakan massa mampu membongkar skandal hukum terbesar di Republik ini sejak reformasi dijalankan hampir 11 tahun

Bahaya Politik Populis di Indonesia

KEMENANGAN Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama, yang lebih dikenal sebagai Jokowi-Ahok, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta, bulan September 2012, tak pelak menimbulkan

Edisi XL/2016

Daftar Isi: Kapitalisme versus Iklim Yayak Yatmaka: “Aku tak terlalu peduli pada aliran dalam seni lukis, aku hanya akan terus mencatat pertarungan antar kelas yang

Membicarakan Negara: Kritik atas Tulisan Muhammad Ridha

MUHAMMAD Ridha melalui tulisannya yang berjudul Problem Negara dan TKI: Menempatkan Negara Kapitalis pada Tempatnya, yang mengritisi tulisan Hizkia Yossie Polimpung sebelumnya, menarik untuk didiskusikan lebih lanjut.

Dalam tulisannya ini, Ridha menyatakan bahwa analisa Polimpung, pertama, terlalu mengagungkan kedaulatan otonom negara. Menurut Ridha negara bukanlah entitas otonom karena ia tidak mampu berdiri berdaulat ketika berhadapan dengan kapital. Kedua, Polimpung ‘mengabaikan aspek basis sosial dan politik dari negara, yang di dalamnya berbagai relasi kelas-kelas sosial politik saling berkontradiksi satu dengan yang lain.’

Membaca tulisan dan analisa Ridha tersebut, kritik saya akan dibagi ke dalam dua bagian: pertama, kritik atas ide yang dikemukakannya berkaitan dengan teori tentang Negara; dan kedua, kritik atas bangunan tulisan Ridha.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.