1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 214

Paling Sering Dibaca

Memperalat Negara, Masihkah Ada Harapan?

Sumbangan Untuk Diskusi LANDASAN yang saya kemukakan dalam artikel ini, pada mulanya, sesederhana memahami pergulatan hidup Ruyati. Beliau, perempuan Indonesia kebanyakan, yang terpaksa bekerja merantau,

Bekerja dan Melawan

Buruh Indonesia di Era Neoliberalisme HARI-HARI Kiswoyo, sedang tidak menentu. Lelaki tua ini adalah buruh PT Sarasa Nugraha Tbk Management, unit pabrik Balaraja, Tangerang, sejak

Menolak Tunduk

KONTROVERSI diubahnya UU Pilkada Langsung menjadi UU Pilkada Tidak Langsung oleh persekongkolan elite oligarki yang berhimpun dalam Koalisi Merah Putih (KMP), terus menggema. Gerakan aksi

Membicarakan Negara: Kritik atas Tulisan Muhammad Ridha

MUHAMMAD Ridha melalui tulisannya yang berjudul Problem Negara dan TKI: Menempatkan Negara Kapitalis pada Tempatnya, yang mengritisi tulisan Hizkia Yossie Polimpung sebelumnya, menarik untuk didiskusikan lebih lanjut.

Dalam tulisannya ini, Ridha menyatakan bahwa analisa Polimpung, pertama, terlalu mengagungkan kedaulatan otonom negara. Menurut Ridha negara bukanlah entitas otonom karena ia tidak mampu berdiri berdaulat ketika berhadapan dengan kapital. Kedua, Polimpung ‘mengabaikan aspek basis sosial dan politik dari negara, yang di dalamnya berbagai relasi kelas-kelas sosial politik saling berkontradiksi satu dengan yang lain.’

Membaca tulisan dan analisa Ridha tersebut, kritik saya akan dibagi ke dalam dua bagian: pertama, kritik atas ide yang dikemukakannya berkaitan dengan teori tentang Negara; dan kedua, kritik atas bangunan tulisan Ridha.

Marhaenis Bergerak (2)

Pengantar redaksi: Kami menerima kiriman makalah dari penulis yang disampaikan pada Diskusi Panel ‘Tinjauan Kritis Masa Depan Gerakan Kaum Marhaenis’, dalam rangka Pengukuhan Presidium 2006-2008

Membangun Jaringan Intelektual Neoliberal

Kasus Hernando de Soto Majalah Tempo Edisi 10 September 2006, melansir publikasi khusus untuk menyambut kedatangan Hernando de Soto, pakar pembangunan dari Peru. De Soto

Sesudah Sekolah Minggu

TUILISAN ini melengkapi tulisan Berto Tukan, yang mengingatkan kita tentang sejarah sekolah modern dalam hubungannya dengan masyarakat kapitalis-industri. Berto menunjukkan hubungan intim antara ketidakadilan akses pendidikan dengan ketidakadilan dalam dunia kerja sistem ekonomi kapitalisme. Sistem pendidikan modern dan mekanisme proletarisasi subjek pendidikan adalah dua sisi dari mata uang yang sama; ketika lulus, seorang sarjana hanya bisa memilih untuk menjual keahlian yang terbatas pada apa yang telah diajarkan di sekolahnya. Karenanya, ia akan menjadi sebuah sekrup dari sebuah mesin raksasa, tidak lebih. Pilihannya adalah menjadi setia atau terbuang dari sistem, mengingat masih banyak sekrup-sekrup lain menanti.

Mengerti Risiko Sistemik

SKANDAL Bank Century telah membuat istilah risiko sistemik begitu akrab di telinga. Akan tetapi, apa yang terdengar akrab tidak otomatis juga telah dimengerti secara benar.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.