Memahami Utopia
Respon Terhadap Airlangga Pribadi TULISAN kawan Airlangga Pribadi yang berjudul Meneruskan Utopia Indonesia merupakan satu kontribusi penting dalam ranah teoritisasi politik kontemporer Indonesia. Ketika banyak
Respon Terhadap Airlangga Pribadi TULISAN kawan Airlangga Pribadi yang berjudul Meneruskan Utopia Indonesia merupakan satu kontribusi penting dalam ranah teoritisasi politik kontemporer Indonesia. Ketika banyak

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) DALAM artikel Merebut Populisme tanggal 30 Januari 2017, Muhammad Ridha menanggapi artikel saya Menguatnya Populisme: Trump, Brexit hingga FPI

Kredit ilustrasi: Putu Deoris HARI-hari ini, kita dikagetkan oleh himbauan Panglima TNI jenderal Gatot Nurmantyo agar diadakan nonton bareng (nobar) film besutan sutradara

Aktivis harus belajar hidup dan berkembang dari dukungan rakyat itu sendiri. Langkah ini pun bersifat revolusioner—membebaskan gerakan dari ketergantungan dan memulai dekolonisasi tahap kedua yang bertujuan membongkar warisan kolonial yang masih membelenggu Indonesia.
DELAPAN tahun sudah transisi demokratik berjalan di Indonesia. Tuntutan demi tuntutan demokratik dan kerakyatan sudah dikedepankan dan mampu meruntuhkan simbol-simbol kekuasaan otoritarian yang sebelumnya seperti
FUNGSI media kini telah bias. Media tak lagi menyalurkan informasi yang dibutuhkan publik. Sebagaimana yang sering ditegaskan para pakar media, ia lebih mengakomodasi kepentingan-kepentingan elit-elit politik di balik penyajian dan frekuensi pemuatan kontennya, sehingga tidak lagi dapat dipandang sebagai sarana informasi yang sifatnya murni untuk kepentingan publik. Cepat atau lambat, perkembangan informasi saat ini membuat perilaku media semakin politis. Media, singkatnya, berpolitik.

DEKLARASI koalisi permenan yang dilakukan kubu Prabowo-Hatta, memaksa saya untuk mencari pijakan teori mengenai apa itu koalisi permanen. Setelah membuka beberapa buku teori politik, saya

SEGERA setelah pengumuman keputusan Mahkamah Konstitusi yang menolak seluruh gugatan Prabowo-Hatta, saatnya berpikir bagaimana idealnya hubungan antara Relawan dengan Jokowi. Dalam acara Halal bi halal

NAMAKU Aku. Bapakku Atang. Aku bin Atang. “Ku,” seru teman-temanku, “Kenapa kamu suka jadi benalu?” Mengapa teman-temanku bisa ngomong begitu, akan kuceritakan padamu. *** DI

SERANGAN itu mengejutkan semua kalangan. Jalanan yang biasanya macet kini disibukkan oleh adegan laga. Beberapa orang memegang senjata dan polisi tampak kewalahan menghadapi. Foto seputar

Ilustrasi oleh nobodycorp ‘PERASAAN bahaya kiri belum hilang,’ tandas Buya Ahmad Syafii Maarif dengan gayanya yang khas dan blak-blakan. Pernyataan itu disampaikan oleh Buya

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) PESTA Pilkada DKI Jakarta, telah usai. Pemenangnya sudah ditentukan. Lalu apa yang tersisa? Kegembiraan, pesta, kesedihan, penyesalahan, dan rasa
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.