Kekeliruan di Fakultas Ekonomi
Tambahan untuk Martin Manurung ”… dosen-dosen ekonomi di Universitas telah “berdosa” mengajarkan ilmu ekonomi secara keliru atau bahkan mengajarkan “ilmu ekonomi yang keliru.” (Prof.Mubyarto, 2003)
Tambahan untuk Martin Manurung ”… dosen-dosen ekonomi di Universitas telah “berdosa” mengajarkan ilmu ekonomi secara keliru atau bahkan mengajarkan “ilmu ekonomi yang keliru.” (Prof.Mubyarto, 2003)

SIANG yang panas membakar, tak mengurungkan niat Ibu Lina, seorang ibu rumah tangga di Muara Baru, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, untuk pergi membeli air demi

PADA Hari Buruh Sedunia 1 Mei 2014, mantan Danjen Kopassus, Prabowo Subianto,hadir dan berpidato di acara May Day Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Stadium

Selain berkarya sebagai arsitek dan mengajar di salah satu sekolah arsitektur, Pedro Arantes adalah koordinator sebuah lembaga bernama ‘Colectivo USINA’, sebuah lembaga kolaborasi berbagai profesi, mulai dari arsitek, insinyur sipil, ahli tata kota, pengacara, sosiolog, seniman sampai analis sistem. Sebelum secara legal terbentuk pada tahun 1990, dalam 1980-an, beberapa anggotanya secara terpisah (secara kolektif atau individual) bekerja sama dengan gerakan sosial masyarakat Brazil untuk menyelesaikan permasalahan permukiman bagi masyarakat miskin kota. Para pengajar sekolah arsitektur dan mahasiswanya sangat aktif terlibat, tidak hanya meneliti, tapi juga mendorong pemahaman bahwa kebutuhan masyarakat akan hunian tidak hanya berupa rumah, tetapi juga sarana umum seperti tempat bermain, sarana olahraga dan pusat kebudayaan komunitas. Selama satu dekade, pengetahuan teknis desain dan konstruksi bangunan alternatif yang lebih efektif dan efisien (dalam artian sesuai kebutuhan masyarakat dan relatif lebih murah), serta pengalaman solidaritas kaum profesional untuk berkolaborasi dengan masyarakat miskin dan kelas pekerja pun terakumulasi. Keterlibatan para peneliti dan pengajar universitas bukanlah tanpa persoalan. Akibat krisis anggaran, tenaga pendidikan juga saat itu harus menghadapi pemecatan dan pengurangan dana penelitian. Untungnya, kematian satu inisiatif terus diikuti oleh kemunculan inisiatif baru sehingga gerakan kolaborasi untuk habitat yang humanis tersebut terus bergulir. Perlu dicatat, bahwa gerakan sosial (politik) perumahan di Brazil ini juga banyak dipengaruhi oleh gerakan serupa di Uruguay (Pedro Arantes, 2013).
““They got together to fight back against someone far stronger than themselves. Have you ever done something like that?” (An Echo of Heaven, Kenzaburo Oe).)

Hanya melalui organisasi progresif dan proyek politik besar akan lahir perubahan besar dan kemenangan besar.

Kondisi infrastruktur jalan di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Sabtu (14/2/2015). Kredit foto: Kompas.com JADI banyak orang di Indonesia akhirnya bertepuk tangan atas ‘keberhasilan’ negara
“Maka prinsip kita harus: Apakah kita mau Indonesia Merdeka, yang kaum kapitalnya merajalela, ataukah yang semua rakyat sejahtera, yang semua orang cukup makan, cukup

SELAMA beberapa hari terakhir ini kita melihat intrik politik secara lebih telanjang. Lebih tepatnya sebuah political showdown antara Jokowi dengan partai yang mengusung dirinya jadi

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) Beberapa waktu lalu, kaka Andre Barahamin sempat menimbulkan huru-hara virtual ketika ia mengkritisi Indonesia Mengajar. Tanpa berniat memanjangkan debat

Kredit foto: Presiden RI “Socialismo, o muerte! Socialismo o muerte!” (sosialisme atau mati!) FRASE ini merupakan jargon andalan Hugo Chávez, Evo Morales dan Rafael

Gerakan mahasiswa hari ini mandek karena dipimpin oleh mereka yang mengira dirinya revolusioner padahal sejatinya konservatif.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.