1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 170

Paling Sering Dibaca

Simposium 65 dan Rehabilitasi Kemanusiaan

Ilustrasi gambar oleh Alit Ambara   SIMPOSIUM 65 yang berlangsung tanggal 18-19 April 2016 kemarin, telah membuka kotak Pandora permasalahan dari apa yang disebut pemerintah

Surat untuk Sultan

Pilihlah olehmu menjadi pihak yang kalah tetapi benar. Dan jangan sekali-kali engkau menjadi pemenang tetapi zalim. (Phytagoras) jalan raya dilebarkan/ kami terusir/ mendirikan kampung/ digusur/

The Art of Kimpoi: Sebuah Mixtape

Komposisi 45% Dangdut, 15% Grungy Pop, 5% Laidback Hip-Hop, 10% Indie Folk 5% Koplo, 5% Artsy Pop, 15% Genre lainnya. Cara kerja Mixtape Seperti kumpulan

Seni dan Gerakan Sosial: Kasus Lumpur Lapindo

BAGAIMANA menerjemahkan semangat ‘seni untuk rakyat?’ Itu pertanyaan yang sering menghantui saya. Saya sepakat bahwa seni tidak boleh hanya sekedar mengabdi kepada kepentingan seni itu sendiri sebagaimana ilmu pengetahuan juga tidak boleh hanya tunduk kepada kepentingan ilmu pengetahuan itu sendiri. Pengalaman dalam keterlibatan di dua acara kesenian dalam konteks advokasi pada kasus Lumpur Lapindo, bagi saya, sedikit memberikan gambaran bagaimana semangat ‘seni untuk rakyat’ dapat diterjemahkan ke laku kesenian. Acara pertama adalah Karnaval Rakyat dengan tajuk Bercermin dalam Lumpur yang diadakan di Porong pada 29 Mei 2010, persis pada momen 4 tahun Lumpur Lapindo; acara kedua adalah pameran foto Memori dari Bawah Tanah yang diselenggarakan di 4 kota pada jangka waktu 2010- 2011.

Reinterpretasi Kenaikan Harga BBM

Mengurai Benang Kusut dalam Imajinasi BBM “[…]sepertinya sebanyak 60 persen dari harga minyak saat ini adalah murni spekulasi.” F. William Engdahl, penulis buku A Century

Mereka Yang Berumah Di Angin

ANDA pasti sudah tahu cerita ini. Mahasiswa berencana mendemo Presiden Jokowi. Bersamaan dengan itu, berembus kencang isu di media: sosial demo ini bertujuan menggulingkan Jokowi.

Darino-Dumani: Kisah Cinta Yang Dibunuh

DI PENGHUJUNG tahun 2015 ini ada baiknya kita bicara tentang cinta. Bukankah katanya cinta adalah penerus peradaban dan yang membuat kehidupan masyarakat manusia bertahan selama

Aksi Bela Lingkungan, Di-PKI-kan!

Kredit foto: picbon.com Tulisan ini sebelumnya disusun saat kasus Budi Pego disidangkan di tingkat pertama tahun 2017. Sebagai amicus curiae (sahabat pengadilan), yang berusaha memberikan

Senyum Soeharto

JUMAT, 1 Maret 2013. Patung dan Rumah Sejarah Jendral Soeharto diresmikan di desa Kemusuk, Bantul, Yogyakarta, tanah kelahirannya. Dengan senyum lebar, putri sulungnya, Tutut Soeharto, membuka selubung patung berbaju militer setinggi 3,5 meter. Para tetamu, di antaranya menteri – menteri zaman Orde Baru, bertepuk tangan penuh haru.

Probosutedjo, adik tiri Soeharto pidato berapi-api, tentang tujuan dibangun rumah itu, ‘Agar generasi pelanjut sejarah tidak kehilangan jejak Pak Harto dan selalu mengenang tanda-tanda kepemimpinannya!’ Tak lupa Probosutedjo menyertakan sanjung puji bahwa Soeharto pemimpin sederhana, tegas dan berjiwa besar.

Ketika Musik Disederhanakan

Dengar mixtape! Boys.. Do You Like Grass?  No! Do You Like LSD? No! Do You Like Morfine? No! Do You Like Sex? Yes! -Shake Me:

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.