1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 165

Paling Sering Dibaca

Agama, Politik dan Pembebasan

Keimanan dan nilai-nilai keimananan rupa-rupanya dapat menjadi sumber politik pembebasan, emansipasi dan solidaritas, jika dan hanya jika, nilai-nilai tersebut berhasil keluar dari ortodoksi dogma dan doktrin dan diterjemahkan dalam praksis perlawanan. Bagi sebagian orang, ide ini terdengar revolusioner. Namun, bagi sebagian yang lain, ini hanyalah pembenaran bagi aksi kemurtadan.

Iya, rupa-rupanya, agama dalam artiannya yang mencerahkan dapat menjadi sumber inspirasi politik pembebasan. Memang betul, agama bukan tanpa masalah, ada tendensi-tendensi konservatif dan reaksioner dalam beberapa bentuk penafsiran agama. Bahkan, sesungguhnya ide-ide apapun yang membawa janji-janji pencerahan dan emansipasi bisa terjebak dalam kemandekan dan dogmatisme. Dalam tradisi agama, kita menemukan bentuk-bentuk dogmatisme tersebut dalam praktek-praktek keagamaan ala abad pertengahan: mulai dari hasrat kekuasaan berbalut dalil teokratisme, pengerdilan makna agama jadi soal benar-salah dan boleh-tidak, hingga diskriminasi dan marginalisasi terhadap kelompok minoritas dan perempuan.

Puisi-Puisi Himas Nur

* Ilustrasi oleh Timoteus Anggawan Kusno   Membangun Dinasti panggung bukan lagi jadi tempat sandiwara sebab di sinilah sebenarnya akting berbicara berbagai topeng beragam merek

OBITUARI: Selamat Jalan Oey Hay-Djoen

SIAPAKAH yang bisa menolak ajal? “Ajal semakin akrab”, ujar Soebagio Sastrowadojo dalam salah sebuah puisinya, ketika ia berbicara tentang maut di saat usianya kian melanjut.

Kuasa Lunak Amerika

Istilah kuasa lunak (soft power) telah dipopulerkan sejak penghujung 1980 oleh Joseph S Nye Jr, guru besar Kennedy School of Government Universitas Harvard, Amerika Serikat

Sukarno yang (Di)Kalah(kan) Total

TIDAK BISA disangkal lagi Sukarno, bersama seluruh generasinya, berhasil menang dalam perjuangan merebut kemerdekaan dan mendirikan Republik Indonesia. Dan kemenangan itu bukan kemenangan kecil. Negeri

Apologi seorang “Takfiri”

Kredit ilustrasi: Andreas Iswinarto (Kerja Pembebasan) Tanggapan Untuk Dendy Raditya Atmosuwito   “A theory gains in strength as it attracts the masses” – Karl Marx,

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.