1. Beranda
  2. /
  3. Harian Indoprogress
  4. /
  5. Page 122

Harian Indoprogress

Benarkah Republik Islam sudah berada di tepi kehancuran? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perlu ditelaah empat aktor utama dalam dinamika saat ini: rezim yang berkuasa, rakyat, oposisi, dan kekuatan eksternal.
Indonesia memiliki beragam masalah kompleks yang sudah struktural hingga sulit untuk dibenahi. Segala keindahan yang ada di Indonesia seperti terbenam oleh kebobrokan tingkah polah manusia yang mengelola negara ini.
Begitu ekonomi politik industri minyak benar-benar dibedah, penjelasan “ini semua tentang minyak” mulai kelihatan rapuh.
Publik diajak percaya bahwa mengganti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), atau mengganti mobil bensin dengan mobil listrik, hanyalah soal substitusi teknis. Padahal, infrastruktur energi selalu tertanam dalam struktur sosial, politik, dan ekonomi tertentu.

Harian Indoprogress

Apa Kita Masih Percaya Pada Hukum?

“Keadilan tidak ada kaitanya dengan apa yang terjadi di ruang sidang; keadilan adalah apa yang keluar dari ruang sidang itu.” (Clarence Darrow) KINI hukum jadi

Apa Itu Islam Progresif?

SUDAH saatnya menceraikan liberalisme Islam dari kata “progresif”. Kelemahan utama studi yang dilakukan oleh Martin van Bruinessen dkk dalam Conservative Turn: Islam Indonesia dalam Ancaman

Pasca Drama Tolikara

“Kami sekarang sedang pikir nyawa manusia ini tidak ada harga sama sekali dari pada kios dan mushola. Kami sangat kecewa sekali dengan tindakan mereka.” Saksi

Tolikara: License To Kill?

ADA BANYAK banyak pertanyaan saya seputar insiden Karubaga berdarah. Pertama, Karubaga, ibukota kabupaten Tolikara, terletak di Propinsi Papua. Kota ini sangat terisolir. Karenanya, sangat mengagumkan

Marx dan Tauladan Bagi Remaja

MENDENGAR nama Karl Marx, yang berkelebat dalam kepala kita adalah Partai Komunis Indonesia (PKI), yang digambarkan sebagai brutal dan biadab oleh Orde Baru Soeharto. Tulisan

Jokowi dan Jenderal-Jenderalnya

MUNGKIN baik untuk selalu mengingat kenyataan ini. Selama tujuh belas tahun masa paska-Orde Baru (Orba), sudah ada lima presiden yang berkuasa. Empat dari presiden itu

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.